Nikah Dulu Apa Sukses Dulu? - FKDI Indonesia

Wednesday, August 7, 2019

Nikah Dulu Apa Sukses Dulu?

Pemateri : Bunda Nimas 
Edisi: 01 Agustus 2019

Membangun Keseimbangan Awal

Usia muda adalah masa ketika gejolak jiwa mulai bertumbuh, dan merupakan masa dimana anda butuh seseorang untuk menopang diri dan hidup agar masa depan kita lebih teratur, terarah, dan seimbang.

Saat ada  pertanyaan muncul dalam pikiran. “ Apakah aku mau nikah? Sedangkan belum punya apa-apa, isteri dan anak nanti mau dikasih makan apa ? Namun aku yang masih kuliah ini tetap menginginkan untuk menikah.

Mapan adalah kondisi kecukupan lahir dan batin. Dimana mampu dalam memenuhi kebutuhan hidup primer dan sekunder, tersier tidak termasuk, karena itu bukan patokan kemapanan.

Setiap orang memiliki ukuran yang berbeda beda pada istilah kemapanan ini, bisa jadi si A dapat dinyatakan sudah mapan ketika dia mampu menafkahi diri sendiri dan orang lain. Si B dinyatakan sudah mapan ketika dia sudah mampu membeli rumah dan mobil mewah. Dan si C misalnya dinyatakan mapan apabila dia sudah mampu buka toko atau jadi pengusaha.

Kalau menunggu itu semua, terus kapan ada pikiran nikah, sedangkan hal dunia seperti itu tak bisa langsung didapatkan harus melalui proses.

Belum lagi orangtua pun seolah tak mau ketinggalan dalam masalah ini. Yang paling menarik ketika orangtua justru berbicara mempesimiskan dan jauh dari keyakinan rezeki dalam kendali Allah. Sebagaimana dalam berfirman Allah.

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) di antara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS. An-Nur: 32]

Nah nikmat Allah yang mana lagi yang bisa kita ingkari, wahai sahabatku? Saat berpuasa, Allah ingin kita menyegerakan buka puasa, udah lapar-laparnya, haus-hausnya eh malah ingin kita menyegerakan. Ketika sahur, Allah ingin kita sahur di akhir waktu menuju imsyak, Allah kasih kita kesempatan untuk sholat malam dulu, masak dulu.

Dan masalah nikah, nikah itu bikin bahagia, dikasih bonus rezeki yang berlimpah pula. Allah itu Maha Mengetahui, Allah akan lebih mencukupi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

“Jadi mapan dulu lalu nikah? Atau nikah dulu lalu mapan?”

Jujur diakui kemapanan memang ada pengaruhnya dalam sebuah pernikahan, namun hanya sekedar ada, bukan sebuah pengaruh yang besar. Sering kita mendengar sebuah ungkapan, “tidak ada yang mati kelaparan karena kita berpuasa” lalu ada lagi “tak ada sejarahnya sedekah bikin kita miskin.”

Dan masalah pernikahan, apa iya Allah tega membiarkan hamba-Nya makan batu gara-gara ingin memuliakan sunnah? Sudah banyak yang membuktikan bahwa mapan sebelum menikah tidaklah menentukan sebuah rezeki setelah menikah, justru banyak yang telah menikah membuktikan bahwa rezeki begitu mudah mengalir seperti sungai di surga yang terus mengalir.

Sahabat, bisa jadi karna pikiran kita terlalu sempit tentang rezeki atau ketidakpahaman bahwa Allah sudah mengatur rezeki pada diri masing-masing makhluk-Nya, sayangnya pemahaman sederhana pun tidak dilandasi sikap yakin dan percaya bahwa Allah selalu akan memudahkan jalan bagi orang-orang yang ingin mengikuti sunnah Rasulullah Alaihi Wasallam.

Sudah banyak yang membuktikan bahwa mapan sebelum menikah tidaklah menentukan sebuah rezeki setelah menikah, justru banyak yang telah menikah membuktikan setelah menikah rezeki begitu mudah mengalir. Tidak ada yang tahu rezeki kamu itu seberapa , lalu kenapa kamu takut menikah jika kamu masih memikirkan harta dunia.

Tugas kita berikhtiar, nanti Allah yang mencukupi. Tugas kita menunjukkan keinginan yang kuat. Jangan memaksa kehendak, tetapi menunjukkan keinginan yang kuat itu penting.

Janji Allah kepada umat-Nya 

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah.
Semoga Allah memberikan hanta yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (dinikahi) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur:32)

3. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60).

Kalau masa mudamu kamu masih belum mapan, mungkin kemapananmu dimulai dari pernikahanmu, kamu menikah maksudnya. Kalau menikah niat karena ibadah kepada Allah insya Allah rejeki untukmu akan lancar.

Menikahlah karena niat ibadah kepada Allah, maka insya Allah, Allah akan memudahkan rejeki untukmu.

Baca Juga:




1 comment: