Tabarakallah - FKDI Indonesia

Thursday, November 29, 2018

Tabarakallah


Menemukan Kekuatan Diri Dengan Mengadu Kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala

Pemateri: Bunda Nimas
Edisi: 24 Oktober 2018

Agar kita pahami bersama bahwa sebaik baik curhat, aduan atau bersimpuh hanya kepada allah SWT dan telah dicontohkan oleh para nabi dan para rasul sejak zaman dahulu kala, sejak zaman Nabi Adam alaihissalam dengan kondisi dirinya yang berbuat zolim pada dirinya sendiri, ya seluruh para nabi dan rasul memiliki riwayat yaitu mengadu kepada Allah tabaraka wa ta'ala dari sini ana mengajak kita semuanya memahami hal yang paling besar yang mendasar dalam kehidupan manusia ketika kita mengadu kepada Allaha hekekadnya kita akan membuat diri kita seakan akan menjadi dorongan yang lebih besar Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala menolong hati kita supaya tunduk dengan takdirnya ketika kita mengadu kepada selain daripada Allah itu makhluk atau manusia maka yang kita daPati adalah kelelahan maka kita akan mendapati manusia yang tidak senang dengan kita dia akan bergembira dan itulah perbedaannya. ketika kita meminta kepada Allah tidak akan Allah ini berpaling kepada hambaNya ketika kita meminta kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas dengan bentuk penghambaan kepada Allah maka Allah tidak akan lari ketika kita minta tapi ketika kita setiap hari minta kepada manusia sesungguhnya mereka akan lari karena bosan mendengarkan aduan kita curhatan kita dan ingatlah tatkala nabi Allah Nuh as disebutkan disini Quran Surat Nuh ayat 9 mengadu kepada rabbnya tentang bagaimana dakwahnya 950 tahun ya Ketika Nabi Nuh Alaihissalam menyeru kepada umatnya mereka memasukkan jari mereka ke dalam kuping dan menutup baju-baju mereka sangat besar pembangkangan umat yang diajak nabi Nuh ke dalam kebaikan yaitu umat nabi Nuh Alaihissalam apakah yang dilakukan Nabi Nuh Alaihissalam Nabi Nuh Alaihissalam tidak pernah mengeluh kepada manusia tapi Nabi Nuh Alaihissalam langsung mengeluh kepada Allah tabaraka wa ta'ala Di Sini di dalam Quran Surat Nuh ayat 9 kemudian aku menyuruh mereka secara terbuka dan diam-diam ini bentuk daripada Nabi Nuh dengan cara apa Saya ini mengeluhlah kepada Allah maka dari itu kita semuanya setiap kita punya masalah setiap kita memiliki beban hidup menyadari atas kelemahan dan kekurangan diri membuat kita bergantung kepada Allah tabaroka wa ta'ala

Setiap diri memiliki masalah dan beban hidup menyadari atas kelemahan adalah kekurangan diri dan kekurangan diri membuat kita nantinya akan bergantung kepada Allah tabaroka wa ta'ala solusi yang harus kita ambil adalah :
1. Kita harus ambil hikmah adalah yang dicontohkan Nabi Nuh Alaihissalam jujur atas kelemahan kekurangan diri dan segera mengadu kepada Allah tabaroka wa ta'ala.
maka itu adalah solusi dia yang terbai.
Mungkin kita sudah berobat Kemana saja sudah berpuluh-puluh dokter dan peruqyah sudah kita temui, Mungkin kita sering mengeluh mengadu kepada peruqyah mengadu kepada tabib mengadu kepada manusia kita lupa sesungguhnya kita memiliki rob yang akan mendengarkan kita dan itu menjadikan hati kita tenang dan akhirnya kita meraih kesembuhan di sisi Allah tabaraka wa ta'ala jadi poin yang pertama adalah jujur atas kelemahan ingat ya sahabat yang Semoga Allah rahmati jujur atas kelemahan bukan merendah di hadapan orang lain ya bukan merendah bukan menurunkan martabat, jujur atas kelemahan
Sebagaimana Nabi Nuh Alaihissalam Nabi Adam Alaihi Wasallam juga seperti itu. Rasulullah waktu Perang Badar kekurangan dirinya kekurangan pasukannya jujur kepada dirinya dan terus solusi yang paling ampuh adalah mengadu kepada allah ini yang paling utama solusi yang pertama yang dilakukan seorang hamba ya ketika ingin menemukan kekuatan diri pada dirinya yang Allah karuniakan pada dirinya.

2. Curhatan atas beban masalah yang kita alami hanya kepada Allah Apa kuncinya di sini kita curhat atas beban masalah kita kepada allah tabaroka wa ta'ala jangan terburu-buru mengadu kepada manusia karena sesungguhnya mereka memiliki kelemahan curhatlah kepada Allah tabaroka wa ta'ala atas beban kita seperti yang dikatakan Nabi Nuh alaihi salam juga begitu curhat kepada allah itu adalah kondisi dimana kekuatan diri kita akan muncul yaitu kesabaran atas beban kita.
Yang ini jg dicontohkan nabi Yaqub Alaihissalam sebagaimana Quran surat Yusuf 86....hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui...
jadi nabi Yaqub Alaihissalam curhat kepada Allah mengadukan beban kehidupannya kepada Allah ini adalah kondisit dimana akan memperkuat batin Gita kesabaran kita ketabahan kita Semoga Allah rahmati selalu

3 Berhenti mengadu dan menggantungkan diri kepada makhlukNya.
Karena apa karena pada umumnya manusia bila terjadi hal-hal yang tidak disukai dari diri mereka yang menimpa diri kita maka mereka sangat gembira sekali.
_kebanyakan mereka seperti itu senang melihat penderitaan seseorang_ Bolehlah kita sesekali Meminta nasehat kepada para Ustadz pada peruqyah tapi jangan bertawakal kepada mereka jangan menggantungkan diri. Menggantungkan diri di sini yg dimaksud tawakal sedikit-sedikit ustad-sedikit sedikit ustad, sedikit sedikit kyai.
Jadi jangan menggantungkan diri pada ustad/peruqyah

Semoga bisa memahami bahwa yang sakit kali ini ato mungkin masalah jodoh belum memiliki keturunan mengadulah kepada Allah tabaroka wa ta'ala dan jangan menggantung dan sekali-kali tawakal Kita kepada makhluk makhlukNya.

4. yaitu *yakin* atas Pertolongan Allah tabaroka buat yang ada yakin Bagaimana Allah akan menolong diri kita sebagaimana di surat Muhammad Allah mengatakan "barangsiapa yang menolong agama Allah jangan khawatir jangan ragu dan jangan takut tidak ditolong oleh Allah" sesungguhnya Pertolongan Allah akan cepat pada diri kita. Dalam Quran Surat Al Anbiya ayat 88
ketika kita sudah melakukan poin yang 1 2 3 sekarang tinggal poin yang keempat yaitu yakin akan Pertolongan Allah atau bertawakal kepada Allah ketika seluruh usaha yang kita sudah lakukan ya jangan berhenti di situ ya Berhentilah pada titik yakin atas Pertolongan Allah tabaraka wa ta'ala apapun masalah kita, di sini ya Allah Gambarkan ya di Surat Al Anbiya ayat 88 bercerita tentang kisah nabi Yunus Alaihissalam Ketika Nabi Yunus Alaihissalam pergi beliau sudah jengkel dan prustasi kepada umatnya lalu pergi dari umatnya maka nabi Yunus di uji oleh Allah dengan Nabi Yunus dimakan paus di dalam perut paus Nabi Yunus Alaihissalam berkata kepada Robnya laillaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadzolimin inilah doa nabi Yunus ketika di dalam perut paus yang sangat gelap dan Nabi N Yunus Alaihissalam berkata kepada rabbnya lailaha Illa Anta subhanaka inni kuntu minadzolimi.
mungkin menyesal jujur akan kelemahan tidak pernah mengadu kepada manusia tidak menggantung diri pada manusia inilah doa Nabi Yunus Alaihissalam

endingnya yang keempat ini adalah Point yang tepat adalah yakin atas Pertolongan Allah tabaraka wa ta'ala.
Karena Allah tidak akan pernah mengecewakan umatnya

Wallahu'alam
posted from Bloggeroid

No comments:

Post a Comment