SABAR - FKDI Indonesia

Wednesday, September 26, 2018

SABAR


ALLAH INGIN KAMU BERSABAR

Pemateri: Ust. Freddy Setya
Edisi: 17 September 2018

Segala puji hanya milik Allah. Kami memuji, meminta pertolongan, dan memohon ampunan kepadaNya. Kami pula berlindung dari kejahatan jiwa dan buruknya amal perbuatan kami.

Tidak ada illah yang patut diibadahi sebenarnya kecuali Allah semata, sholawat dan salam selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad yang membawa cahaya kepada kita berupa Alquran dan Sunnah.

Tak ada jalan yang tak berkelok
Tak ada lautan yang tak berombak
Tak ada ladang yang tak beronak
Tak ada kenyang, sebelum lapar
Tak ada manis, sebelum pahit

Di mana ada kehidupan pasti di situ ada ujian dan cobaan. Demikianlah sekelumit tentang sketsa kehidupan dunia yang fana ini. Allah Subhanahu wata’ala menjadikannya sebagai medan tempaan (darul ibtila’), untuk menguji kualitas kesabaran dan penghambaan segenap hamba-Nya.

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahumallah berkata, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menguji hamba-Nya yang beriman tidak untuk membinasakannya, tetapi untuk menguji sejauh manakah kesabaran dan penghambaannya.

Allah SWT berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِيْنَ  ۙ وَنَبْلُوَاۡ اَخْبَارَكُمْ

"Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu."
(QS. Muhammad 47: Ayat 31)

Tenyata cobaan menjadi salah satu pertanda bahwa Allah menginginkan kebaikan dari seorang hamba. Oleh karenanya, hadapilah cobaan dengan ikhlas dan penuh ketakwaan kepada Allah. Jangan jadikan cobaan sebagai pelemah keimanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.”(HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah).

Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu janji Allah:

“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.”(QS Al Baqarah: 155)

Selain sebagai pertanda diinginkan kebaikan oleh Allah SWT, ternyata cobaan juga bisa untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat manusia itu sendiri. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan).

Sehingga bisa kita bagi menjadi tiga jenis ujian dan cobaan yang tak mungkin seorang muslim lepas darinya.

Bagaimana pun situasi dan kondisinya, pasti dia akan menghadapinya. Tiga jenis ujian dan cobaan itu adalah sebagai berikut,

1. Perintah-perintah Allah Subhanahu wata’ala yang wajib ditaati.

2. Larangan-larangan Allah Subhanahu wata’ala (kemaksiatan) yang wajib dijauhi.

3. Musibah yang menimpa (takdir buruk).

Para ulama sepakat bahwa senjata utama untuk menghadapi tiga jenis ujian dan cobaan itu adalah kesabaran, yaitu;

1. Sabar di atas ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala, dengan selalu mengerjakan segala perintah-Nya Subhanahu wata’ala

2. Sabar dari perbuatan maksiat, dengan selalu menahan diri dari segala yang dilarang oleh Allah Subhanahu wata’ala.

3. Sabar atas segala musibah yang menimpa dengan diiringi sikap ikhlas dan ridha terhadap takdir yang ditentukan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Demikian sebagai seorang muslim:

"Mungkin kecerdasan dan kepandaian mampu mengalahkan kebodohan, tetapi hanyalah kesabaran yang mampu bertahan di setiap lika-liku masalah."

No comments:

Post a Comment