BERSAHABAT DENGAN ANAK - FKDI Indonesia

Wednesday, September 26, 2018

BERSAHABAT DENGAN ANAK


BERSAHABAT DENGAN ANAK

Pemateri: Bunda Lintang Ratri S
Edisi: 25 September 2018

Ibu Monic sama sekali tidak percaya mendengar berita yang ia peroleh dari Ibu Hidayah, guru putri satu-satunya. Dyah, putri ibu Monic pagi tadi tertangkap basah sedang mencuri uang di tas temannya.Walaupun mereka bukan berasal dari keluarga kaya raya, namun Ibu Monic senantiasa memberikan bekal yang lebih dari cukup untuk uang jajan dyah. Selidik punya selidik, Dyah ternyata melakukan itu karena mendapatkan perintah dari teman akrabnya. Menurut temannya, mencuri uang sesekali itu tidak apa-apa. Asalkan tidak terlalu banyak

Kasus di atas barangkali pernah kita alami dengan masalah yang sedikit berbeda. Sebenarnya Mengapa dyah dengan mudah percaya terhadap apa yang dikatakan temannya itu?

Di dalam otak manusia terdapat otak reptil dan sistim limbik yang bertugas melindungi seIuruh tubuh dari ancaman yang datang dari luar. Sehingga jika ada ancaman dari luar, otak secara otomatis akan merespon agar tubuh dapat bereaksi seketika. Otak reptil dan sistim limbik ini pun akan bereaksi positif jika lingkungan di luar dirinya memberi respons positif. Jika ia merasa aman berada di lingkungan tersebut maka tidak hanya tubuhnya yang mau dan senang berada di situ tetapi dirinyapun siap dan senang untuk menerima saran dan bahkan menjalankannya. Begitu mudahnya.

Inilah mengapa anak-anak kita lebih dekat dan menurut kepada teman-temannya dari pada kepada kita orang tuanya ataupun para guru. Otak reptil dan sistim limbik di otaknya mengisyaratkan bahwa teman temannya bukan ancaman bahkan sangat melindungi sehingga ini membuat anak membuka diri seluas luasnya.

Sehingga perlu bagi kita para orang tua mengetahui hal mendasar ini dalam mengarahkan anak-anak agar menjadi lebih baik. Jika haI-hal mendasar ini dipahami dan diterapkan dengan tepat maka anak akan membuka diri seluas-Iuasnya. Kedekatan pun akan terbangun sehingga kepercayaan anak kepada kita pun akan dapat diraih. Berikut beberapa langkah sederhana namun efektif untuk membangun kedekatan kita dengan anak. Langkah sederhana yang perlu kita lakukan agar anak mau membuka diri seluas luasnya kepada kita terdiri dari 4 langkah yakni:

1. Bahasa cinta
2. Mendengar 100%
3. Suka atau Tidak Suka
4. Ceritakan Rahasia

BAHASA CINTA

Bahasa cinta adalah bahasa yang digunakan seseorang untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih di dalam dirinya. Bahasa ini digunakan untuk mengkomunikasikan kebutuhan psikologis di dalam dirinya. '

Setiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda beda.Dalam menunjukkannya pun mereka memiliki cara yang berbeda-beda. Bagi orang dewasa, mereka sudah mengetahui cara untuk mengungkapkan bahasa cintanya, tetapi bagi seorang anak mereka belum mengetahui caranya. Dan tugas kitalah sebagai orang tua untuk memahami dan menyampaikan bahasa cinta kepada mereka. Dengan menerapkan bahasa cinta dengan tepat kepada setiap anak, berarti kita memberikan kesempatan kepada anak untuk percaya kepada kita. Sehingga anak- anak menjadi senang, gembira, bahagia dan bersyukur memiliki orang tua seperti kita, menarikkan?

Anak-anak memiliki kecenderungan bahasa cinta Yang berbeda-beda. Berikut kelompok bahasa cinta yang

ada pada diri anak-anak yang dikelompokkan menjadi 5

a.Kata kata yang Mendukung

Yang dimaksud dengan kata-kata yang mendukung adalah pujian,kasih sayang,dukungan dan keberpihakan Setiap anak biasanya memiliki bahasa cinta ini tetapi
mereka biasanya mengungkapkan dengan cara yang berbeda beda dan terkadang terlihat seperti kebalikannya.

Kamu hebat. kamu bisa mengerjakan PR mu dengan cepat dan teliti.

Para orang tua pun harus jeli terhadap anak-anak yang mengungkapkan bahasa cintanya dengan cara yang berbeda yaitu dengan suka mengejek dan menjelekkan orang lain. Anak-anak seperti ini memiliki kebutuhan psikologis untuk mendapatkan bahasa yang mendukung dan kita para orang tua harus jeli mengenai hai ini.

Anak yang mengungkapkan bahasa cinta dengan terbalik misalnya seringkali mengejek adiknya hingga menangis.Ternyata hal ini disebabkan karena kebiasaan buruk para orang tua yang suka melakukan jaian pintas dan cepat yaitu memarahi anak.

Anak-anak yang suka mengejek siapapun sangat jelas bahwa mereka ingin sekali mendapatkan pujian dan dukungan. Jadi, yang harus dilakukan adalah
memberitahukan bahwa perbuatan itu tidak baik tetapi kita tetap sayang mereka. Berikutnya kita mulai mempersiapkan pujian dan dukungan untuk dirinya

sahingga dia mengubah sikapnya dari suka meledek menjadi anak yang senang mengasihi atau berbuat baik kebada orang lain.

Beberapa contoh kata-kata yang mendukung untm‘ anak yang mengungkapkan bahasa cintanya secara terbalik:

"Andi, Ayah tidak suka kamu mengejek adikmu seperti itu. Ayah suka jika kamu menyayanginya seperti ini, bantu adik, ajari adik, sayangi adik, Ayah sayang kamu."

2. Sentuhan Fisik
Yang dimaksud dengan sentuhan fisik adalah anak senang dipeluk, dicium, dirangkul, diusap rambutnya dan apapun yang menunjukkan rasa kasihnya dengan sentuhan. Bahkan terkadang cukup dengan mencolek pipinya saja telah membuat anak begitu senang.

Biasanya anak-anak dengan kebutuhan seperti ini menunjukkannya dengan sering memeluk, mencium, mencolek kita, adik atau kakaknya. Untuk itu orang tua perlu jeli melihat tanda-tanda ini.

Di sisi lain. ada anak yang mengungkapkan bahasa cintanya dengan cara yang berbeda seperti suka mencubit, menggigit bahkan memukul, Anak seperti ini butuh pemberitahuan dari kita serta ditunjukkan cara untuk menyalurkan kebutuhan psikologis mereka. Terkadang para orang tua mengambil jalan pintas dengan memarahi dan balas memukulnya. Jika hal ini berlaniut hingga dewasa maka kita akan sering mendengar berita kekerasan di dalam rumah tangga, karena itulah cara dia menunjukkan kasih sayang yang sebenarnya. Jika anak kita suka memukul adik atau temannya.
katakan bahwa kita tidak suka jika ia memukul teman atau adiknya. Katakan hal tersebut sambil merangkul atau mengusap-usap kepalanya. lni akan membuat kebutuhan psikologisnya terpenuhi.

Yang termudah untuk anak dengan kecenderungan bahasa cinta seperti ini adalah memberi sebuah sentuhan fisik yang khusus hanya untuknya. Yang dimaksud khusus adalah sentuhan ini hanya kita lakukan untuk dirinya dan tidak dengan orang lain, misalkan pelukan dengan mengelitik, sebuah ciuman yang berbunyi kuda, atau sebuah belaian yang berdesis. Buatlah sentuhan itu memiliki ciri khas dan hanya kita dan dia yang mengetahuinya. Lalu bagaimana jika anaknya lebih dari 1 dan mereka memiliki bahasa cinta yang sama? Buatlah secara berbeda, pasti Anda dapat membuat daftar rahasia sentuhan khusus bagi setiap anak.

3. Waktu yang berkualitas.
Anak anak dengan kecenderungan bahasa cinta ini menunjukkannya dengan cara suka mendampingi orang tuanya dalam melakukan sesuatu, Seperti ketika menonton TV, merapikan barang-barang, atau membaca koran. Dia akan duduk di sebelah orang tua dan hanya duduk dengan terkadang sesekali bertanya Dia tidak mengganggu hanya senang mengikuti. Anak-anak ini sedang menunjukkan bahwa dia ingin berdua saja dengan orang tuanya tetapi dia tidak tahu cara mengungkapkannya. Bagi orang tua yang tidak mengetahui hal ini, seringkali mengusir anak itu atau malah mengusirnya main diluar.

Kebutuhan mereka ini akan terpenuhi jika orang tua mengajak dia pergi atau melakukan sesuatu bersama yang lucu dan menarik sehingga waktu itu akan menjadi sangat berkesan bagi dirinya. Misalkan bermain kuda-kudaan, atau berbicara mengenai hobi berdua. Perlu diperhatikan kegiatan menonton televisi bersama bukanlah suatu kegiatan yang mewakili waktu yang berkualitas ini karena pada saat menonton televisi. semua indera terfokus pada televisi dan bukan pada waktu bersamanya. Selain itu ada beberapa anak yang menunjukkan dengan cara yang berbeda yaitu dengan senang menyendiri. Untuk anak seperti ini biasanya para orang tua meminta bahkan mengarahkan mereka kepada kegiatan agar bersosialisasi dengan banyak orang.

4. Hadiah

Anak-anak dengan kecenderungan bahasa cinta ini menunjukkan dengan cara suka memberi sesuatu dan suka mengumpulkan sesuatu. Kebutuhan psikologisnya adalah menerima hadiah, sehingga orang tua perlu memberinya hadiah secara tidak terduga dan memberi hadiah atas pencapaian prestasinya.

Ada anak yang menunjukkannya dengan cara berbeda yaitu pelit dan tidak mau berbagi, untuk anak ini kita perlu memberitahu pada saat kita memberi hadiah. Misalnya saja seperti contoh berikut.

"Ayah sayang sama kamu, ini hadiah untuk kamu. Kamu lihat kan, setiap orang suka berbagi. Besok kalau teman kamu meminjam mainan, kamu kasih, ya. Jadi, kalau besok cinta mau pinjam mobiI-mobilan kamu, kamu akan meminjamkannya, kan?”

MENDENGAR 100%

Saya senantiasa menanyakan sebuah pertan apakah mereka senantiasa mendengarkan 100% apa yang dikatakan oleh buah hati mereka?

Dan jawabannya sama yaitu "Jelas kami semua mendengar dengan baik-baik apa kata mereka." Pertanyaannya adalah apakah jawaban Anda sama dengan jawaban para orang tua tersebut.

Sebelum menelaah lebih lanjut, marilah kita tanya diri kita masing-masing. Bagaimana perasaan kita jika bertandang ke rumah tetangga atau saudara lalu kita bercerita suatu hal tapi mereka menanggapi sambil lalu. Mereka memang mendengarkan kita tetapi sambil nengetik sms, membaca majalah, atau sambil memasak. Bagaimana perasaan kita yang sedang bersemangat nenceritakan sesuatu atau sedang menanyakan pendapat mereka Kita pasti kesal sekali tetapi tidak bisa.
mengungkapkannya karena mereka tidak. salah mereka hanya sedang melakukan sesuatu.

Begitu juga dengan anak anak kita. Ketika Mereka bertemu kita dan mereka sedang semangat menceritakan Suatu hal ataupun sedang ingin menanyakan sesuatu dan kita menanggapinya sambil mengetik, membaca Majalah atau sambil memasak. Apakah perasaan mereka.

akan sama dengan perasaan kita di atas? Jawabannya adalah jelas sama, karena mereka juga manusia sama seperti kita. Bagaimana jika kejadiannya berbeda yaitu sewaktu kita datang lalu teman kita,langsung menghentikan pekerjaan yang dilakukannya dan mendengarkan. Mmmmhhh pasti kita akan merasa luar biasa diperhatikan_ Perasaan yang timbul ini pun sama dengan apa yang dialami oleh anak-anak kita. Mereka akan merasa bagai seseorang yang luar biasa penting. Nah untuk itu kita perlu mengubah cara kita dalam membangun kedekatan dengan mereka dengan mendengar 100%, dengan langkah-Iangkah sebagai berikut: a. Stop semua kegiatan yang kita lakukan.

Dengan menghentikan semua kegiatan kita, hal itu telah memberi tanda kepada buah hati bahwa mereka sangat penting bagi kita. Kecuali jika kegiatan itu sangat berbahaya bila dihentikan maka katakan pada mereka, ”Adik, Bunda ingin sekali mendengar .......bersambung

No comments:

Post a Comment