KUNCI SUKSES KEHARMONISAN KELUARGA - FKDI Indonesia

Tuesday, April 24, 2018

KUNCI SUKSES KEHARMONISAN KELUARGA

KUNCI SUKSES KEHARMONISAN KELUARGA

Oleh : M. Lukmanul Hakim, S.Pd.I

1. Mulailah terbuka/jujur terhadap pasangan kita

Berkata benar (Siddiq) adalah salah satu sifat rasulullah yang harus kita teladani.

Dari perkataan benar inilah akan membngun pondasi kepercayaan bagi semua anggota keluarga.

Firman Allah SWT :

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. [Al-Ahzab : 70 – 71]

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. [Ash-Shaff : 2 – 3]

2 . Makmurkan rumah dengan tilawah dan shalat.

Dari Imam Qurthubi. Ath Thabari berkata: Perbanyaklah membaca Al Quran di rumah, karena sesungguhnya rumah yang yang didalamnya disebut nama Allah atau rumah yang didalamnya dibacakan Al Quran akan menjadi luas bagi penghuninya dan banyak kebaikannya, akan didatangi oleh para maikat dan setan akan lari meninggalkannya.

Sabda Nabi : Sinarilah rumah kalian dengan membaca Al Quran. Carilah balasan dari rumah kalian dengan shalat kalian. Janganlah kalian menjadikannya kuburan sebagaimana telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Sesungguhnya rumah yang didalamnya disebut nama Allah akan menyinari penduduk langit sebagaimana bintang menyinari penduduk bumi” (H R Abu Sufyan)

Selain dibacakan ayat suci Al Quran, hendaknya rumah juga mendapat bagian untuk dipakai shalat, walaupun keutamaan shalat itu dilakukan di masjid

Sabda Nabi : Apabila salah seorang diantara kalian mengerjakan shalat di masjidnya, maka hendaklah ia menjadikan rumahnya bagian untuk shalatnya. Sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan didalam rumahnya karena shalatnya (H.R. Muslim)

3. Bangun komunikasi dengan rutinitas makan bersama

Nabi saw juga bersabda : ’Berjama’ahlah dalam menyantap hidanganmu dan sebut nama Allah padanya, niscaya akan mengandung berkah bagimu. (Silsilah Hadits-hadits Shahih no. 664).

Ketika makan bersama maka akan timbul komunikasi antar anggota keluarga, komunikasi ini akan menimbulkan keberkahan, saling berbagi keluh kesah, saling berbagi kebahagiaan dan kebersamaan akan menjadi kokoh

4. Bangun disiplin anak dalam menggunakan gadget dan TV

Dalam ajaran Islam, banyak ayat al-Qur`an dan hadist, yang memerintahkan disiplin dalam arti ketaatan pada peraturan yang telah ditetapkan. Antara lain disebutkan dalam surah an-Nisâ` ayat 59,

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur`an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Qs. an-Nisâ` [4]: 59)

5. Mulailah dari diri kita menjadi panutan anak dan suami

Rasululloh adalah panutan semua ummat Islam di dunia, sebagaimana firman Allah da;am surat Al Ahzab 21 : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

6. Menegur dengan cara yang baik terhadap suami dan anak

Beranjak dari firman Allah ta`ala yakni: “Ajaklah (wahai Muhammad) mereka ke arah jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang elok dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang paling baik…..” (Surah An-Nahl: 125) dan juga hadits Rasulullah SAW yang menyuruh kita berubah dan memperbaiki kesalahan dan kemungkaran dengan tangan atau kuasa jika kita punya kemampuan. Jika tidak, maka dengan lidah dan jika tidak mampu dengan perkataan, maka dengan kebencian hati terhadap kemungkaran tersebut.

Ditegur atau diperingatkan atas kesalahan yang anda lakukan memang sama sekali bukan moment yang menyenangkan. Rasa malu, gengsi bahkan kadang sakit hati tak jarang menguasai fikiran anda setelah mendapat teguran. Tapi jangan salah, ternyata menegur itu lebih tidak enak dari pada orang yang menerima teguran, karena ada beban tersendiri ketika harus memperingatkan dan mengungkapkan kesalahan orang lain

7. Jangan khawatir dengan rizki yang akan kita terima, InsyaAllah Allah cukupkan sesuai kebutuhan kita.

Firman Allah SWT : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).

Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).

8. Buatlah segala pekerjaan jadi ladang amal

Dalam bekerja, pekerjaan kita harus dijadikan sebagai ladang amal dan ibadah. Pekerjaan tulus dan ikhlas yang kita lakukan sudah pasti ada ganjaran pahalanya.

Mulailah semua pekerjaan dengan mengharap ridho Allah SWT niscaya kita akan diberi kelebihan tak mengenal lelah dan hidup selalu bermakna, dan tak ada pekerjaan yang kita anggap sia-sia.

9. Jangan bercerita yang bisa menyakiti pasangan

Pantangan bagi pasangan suami istri adalah jangan pernah menceritakan tentang pasangan lain yang telah menghiasi hidup di masa lalu. Karena itu akan menjadi biang perselisihan suami istri.

10. Hargai yang dilakukan suami dan anak

Kunci sukses bergaul adalah dapat menghargai lawan bicara. Suami dan anak-anak patut diapresiasi sekecil apapun perannya dan prestasinya. Hal ini akan membuat keluarga nyaman dan saling menghargai satu sama lain.

11. Bangun malam doakan anak dan suami untuk kebaikan kelak.

Setiap selesai shalat fardu doakan kebaikan suami dan anak-anak, niscaya Allah akan mendengarkan doa yang selalu kita panjatkan.

12. Biasakan melakukan shalat dhuha.

Setiap pagi sebaiknya melakukan shalat sunnah dhuha bersama anak-anak dan anggota keluarga, sebagaimana rasulullah SAW melakukannya 4 rakaat setiap hari. Inti isi dari do’a shalat dhuha adalah memohon kepada Allah agar dimudahkan usaha dalam mencari nafkah.

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya: Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.W ahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.

13. Perlihatkan kekompakan dan keharmonisan keluarga di depan umum.

Memperlihatkan kekompakan keluarga didepan umum itu sebagai ciri keberhasilan dalam membina keluarga, sehingga anak-anak tidak malu berjalan dengan siapapun didalam keluarga, baik adik, kakak, ayah dan ibu, bahkan sebagai kebanggaan jika bersama.

14. Peluklah anak-anak dan suami ketika mereka berangkat sekolah.

Memeluk sang anak ketika akan berangka ke sekolah adalah rutinitas psikologi yang dapat membuat sang anak merasa berharga, diperhatikan, sehingga menjadi percaya diri ketika berada di sekolah.

No comments:

Post a Comment