SPIRIT RAMADHAN #1 - FKDI Indonesia

Wednesday, July 5, 2017

SPIRIT RAMADHAN #1


Edisi        : Selasa, 4 Juli 2017
Pemateri : Ustadz Aziz Abu Hafsh

SPIRIT RAMADHAN #1


 Alhamdulillah kita semua menjadi hamba pilihan yang Allah Ta'ala yang di beri kesempatan untuk bertemu dgn bulan Ramadhan 1438 H

Alhamdulillah pula kita semua sudah mempersembahkan amal ibadah terbaik selama bulan Ramadhan

Tapi sebaik apapun persembahan amal ibadah kita selama bulan Ramadhan kemarin jangan kepedean ya ikhwah karena belum tentu diterima oleh Allah Ta'ala

Oleh karena itu, hendaklah kita selalu berdoa dan memohon kepada Allah Ta'ala supaya menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadhan kemarin

Imam Mu’alla bin Al-Fadhl berkata :

كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يُبَلِّغُهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم

“Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan (berikutnya) agar Dia menerima (amal-amal sholeh) yang mereka (kerjakan).”

(Dinukil oleh imam Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Kitab Latha-iful Ma’aarif, hal. 174)

Setelah berdoa maka tugas kita selanjutnya adlh beristiqomah setelah Ramadhan.

Jangan sampai kita hanya mjdi org sholih musiman, yaitu org yang ingat dan taat sama Alloh ta'ala hanya di bulan Ramadhan saja.

Imam Bisyr bin Al-Harits Al-Hafi pernah ditanya tentang orang-orang yang (hanya) rajin dan sungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan, maka beliau menjawab,

بئس القوم لا يعرفون لله حقا إلا في شهر رمضان إن الصالح الذي يتعبد ويجتهد السنة كلها

“Mereka adalah orang-orang yang sangat buruk, (karena) mereka tidak mengenal hak Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan, (hamba Allah) yang sholeh adalah orang yang rajin dan sungguh-sungguh beribadah dalam setahun penuh.”

(Dinukil oleh imam Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Kitab Latha-iful Ma’aarif, hal. 313)

 Spirit Ramadhan, Tetep Istiqomah Selepas Ramadhan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.”

(HR. Al-Bukhari No. 6099 dan Muslim No. 783)

Ummul mu’minin ‘Aisyah Radhyallahi 'anha berkata,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengerjakan suatu amal (kebaikan) maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan merutinkannya.”

(HR. Muslim No. 746)

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah menerangkan :

“Bahwa membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya puasa Ramadhan, karena sesungguhnya Allah apabila menerima amalan seorang hamba, maka Allah memberikan kemampuan kepadanya untuk beramal shalih lagi setelahnya.

Sebagaimana kata sebagian ulama: Ganjaran kebaikan adalah kebaikan setelahnya, barangsiapa melakukan suatu kebaikan kemudian ia ikutkan dengan kebaikan yang lain maka itu adalah tanda diterimanya amal kebaikannya yang sebelumnya, sebagaimana orang yang melakukan kebaikan kemudian ia ikutkan dengan kejelekan maka itu adalah tanda ditolaknya kebaikan yang telah ia kerjakan dan tidak diterima.”

(Lathooiful Ma’aarif: 244)

Penutup

Inilah makna istiqomah selepas bulan Ramadhan. Inilah tanda diterimanya amal-amal kebaikan kita di bulan yang berkah itu.

Marilah kita menilai diri kita sendiri.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

No comments:

Post a Comment