Ketika Surga Dekat padaku, namun Jauh dari Keluargaku - FKDI Indonesia

Wednesday, July 12, 2017

Ketika Surga Dekat padaku, namun Jauh dari Keluargaku

sumber dari google

Hari/Tanggal : Sabtu/08 Juli 2017
Narasumber : Ustadz Rayen
Judul : Ketika Surga Dekat padaku, namun Jauh dari Keluargaku



Dalam Al-Qur'an, Surah At-Tahrim ayat 6 dijelaskan amat sangat jelas untuk kita dan orang-orang tersayang disekitar kita.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ  نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ  لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)

Sangat jelas Allaah peringatkan kepada kita untuk memelihara, menjaga diri kita dan keluarga kita dari panasnya api neraka; yang dimana bahan bakarnya berupa manusia.

Namun bnyak di antara kita, sibuk ceramah, sibuk ajak teman hijrah, sibuk kajian sendiri-sendiri tapi melupakan keluarga kita.

Melupakan mereka dalam kemaksiatan, meninggalkan mereka dalam kezaliman dan hitamnya dunia. 

Kita sibuk berusaha menjaga hijrahnya kita. Tapi, kita lupa bahwa ada keluarga kita yang harus kita selamatkan dari api neraka. 

Kita sangat mendekati surga.
Sibuk dengan ibadah-ibadah kita pribadi, sibuk mengeluh teman bisa tahajud 12 rakaat. Sedangkan kita cuma bisa 4 rakaat.
Padahal dirumah kita sendiri.. Orang tua mungkin sholat wajib hanya dzuhur saja, atau dzuhur ashar saja..
Atau bahkan, kalau inget saja...

Kita terlalu sibuk memikirkan orang lain..
Lihat teman terjerumus, nasihatin bnyak dan sering...

Tapi orang tua? Tertinggal...bahkan di tinggal!

Sedangkan kita tau...
Siapa yang membesarkan kita sampai sekarang?
Siapa yang membuat kita berhijrah sampai sekarang?
Kalau bukan dari usaha orang tua kita dan ridho Allaah..

Tapi kita sebagai anak gimana?
Malah lebih memperhatikan orang yang baru di kenal...lebih fokus sama orang-orang baru..

Orang tua?
Di tinggal. Dengan berfikir, "mereka sudah tua, mesti lebih pahamlah dari aku."

Padahal.. mereka menunggu anak-anaknya yang mengajak dan menarik diri mereka dari panasnya api neraka.

Ada juga yang dakwah dengan keluarga, tapi maunya instan. Maunya orang tua langsung ngerti.
Kalau orang tua ga sepaham, kitanya marah. Debat bahkan malah meninggalkan.

Padahal..
Dakwah ke orang tua itu lebih memuliakan diri kita..

Padahal mereka seharusnya adalah seseorang yang lebih mudah untuk kita ambil hatinya.

Namun sayang, syaithan jauh lebih pandai menipu manusia. Syaithan tidak bisa membuat orang sholih berbuat dosa, tapi syaitan masih ada cara lain..

Membuat orang sholih itu lebih fokus dengan amalan-amalan yang pahalanya sedikit, dan meninggalkan amalan-amalan yang pahalanya lebih besar..

Seperti mengajak orang tua dalam jalan yang benar. 
Jalan kepadaNya..
Membenarkan pemahaman mereka yang selama ini keliru.

Apa segitu mudahnya kita mengeluh saat orang tua kita gamau mendengarkan nasihat sunnah yang kita sampaikan??
Lalu langsung kita tinggalkan dan fokus dengan diri pribadi?

Wahai saudaraku, kita diciptakan bukan untuk makhluk yang egois.

Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ  بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ  ؕ  وَلَوْ  اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ  ؕ  مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ  الْفٰسِقُوْنَ

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 110)

Jadi, apa amanahnya tuh?
Kita disuruh mengaja kebaikan kepada orang lain. Bermanfaat untuk yang lain.

Jadi gimana?
Sudah sampai mana kita berperan?

Wallahua'lam bishawab.

Materi Kajian Remaja FKDI

No comments:

Post a Comment