AGAR BISA QIYAMULLAIL (SHOLAT MALAM) DENGAN AL-QUR’AN - FKDI Indonesia

Sunday, July 16, 2017

AGAR BISA QIYAMULLAIL (SHOLAT MALAM) DENGAN AL-QUR’AN

Gambar dari Google

Hari/Tanggal : Rabu/ 12 juli  2017
Narasumber  : Ustadz Satria
Judul               : AGAR BISA QIYAMULLAIL (SHOLAT MALAM) DENGAN AL-QUR’AN

       

Qiyamullail ( Sholat malam ) sangat dianjurkan dalam kehidupan seorang mukmin.

Allah memerintahkan Nabi  Muhammad ( untuk menghidupi malam dengan sholat dan membaca al-Quran dalam sholatnya.

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا (2) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (4) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا (5)

“ Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat ”. [ QS. Al-Muzzammil : 1-5 ]

Allah menjadikan salah satu ciri ‘Ibadurrahman ( Hamba Ar-Rahman ) adalah mereka yang melaksanakan Qiyamullail ( sholat dimalam hari ) dan membaca Al-Quran dalam sholatnya. Allah berfirman : 

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka [ QS. Al-Furqan : 64 ]

Dalam Firman-Nya yang lain : 

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79)

“ Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. [QS. Al-Isra : 79 ]

Karena shalat malam merupakan amalan yang memiliki kekuatan, sehingga dapat membangkitkan semangat untuk melaksanakan amalan-amalan kebajikan lainnya dan menjadikan seseorang mudah untuk melakukan amalan tersebut. 

Ketika Allah memberikan tugas kepada nabi-Nya untuk menyampaikan dakwah kepada masyarakat jahiliyyah, Allah menuntun beliau kepada amalan yang dapat membantu Nabi Muhammad melaksanakan tugas dakwah yang sangat berat tersebut yaitu qiyamullail. Hal tersebut tertuang sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Muzzammil diatas.

Qiyamullail merupakan pintu gerbang untuk memahami Al-Quran, karena bacaan Al-Quran pada waktu itu amat sangat membekas kedalam hati dan jiwa seseorang. Sebagaimana Firman Allah : 

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. ( QS. Al-Muzzammil: 6 )

Nabi Muhammad juga mengatakan kepada para penghafal Al-Quran : 

‘’ Apabila penghafal Al-Quran bangun dan membacanya, malam dan siang hari, dia akan senantiasa mengingatnya, apabila dia tidak bangun membaca Al-Quran, maka dia akan melupakannya”. ( HR. Muslim    )

Timbul pertanyaan: Lewat bacaan apa seseorang melaksanakan qiyamullail ?

 Lewat bacaan mushaf atau lewat bacaan hafalan?

Jawabannya adalah lewat bacaan hafalan. 
Kembali muncul pertanyaan: Seberapa banyak hafalannya ? .

Maka jawabannya adalah tergantung  masing-masing pembaca. Paling tidak ketika pembaca berniat ingin mentadabburi Al-Quran pada saat qiyamullail, harusnya tidak hanya membaca hafalan yang itu-itu saja, misalnya: hanya membaca surat-surat di dua halaman terakhir dari Al-Quran atau ayat-ayat pilihan. Tentunya pembaca ingin mentadabburi ayat-ayat yang lain. 

Maka disinilah perlunya menambah atau memulai menghafal Al-Quran.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

 Materi Kajian Remaja FKDI

No comments:

Post a Comment