Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak? - FKDI Indonesia

Tuesday, June 20, 2017

Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak?

Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak?

Fenomena unik di Indonesia menjelang lebaran selain mudik adalah menukar uang recehan, tujuannya adalah untuk berbagi kebahagiaan kepada sanak saudara dan juga fakir miskin. Biasanya pada saat Idul Fitri akan berdatangan anak-anak kecil dari pihak saudara maupun tetangga, nah uang receh tersebutlah yang diberikan kepada anak-anak tersebut. Kita akan menikmati senyum bahagia dari anak-anak tersebut :)

Momen ini memang menarik karena menjadi sarana mendekatkan dengan keluarga dan juga tetangga yang mungkin hanya setahun atau beberapa tahun sekali bertemu.

Nah, agar niat berbagi kita ini menjadi amal sholeh yang tentu akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah maka :

Pertama adalah dilakukan dg ikhlas, sesuai kemampuan/tidak memaksakan diri karena hanya sekedar gengsi.

Kedua proses yang dilakukan tidak melanggar hukum Islam.
Salah satunya adalah dalam proses penukaran uang jangan sampai terjebak riba yang merupakan dosa besar. Pelaku riba dilaknat Allah dan Rosulullah, lebih dahsyat dari zina 36 kali seperti yang disebutkan dalam hadits berikut.


عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ اَلنَّبِيِّ قَالَ: اَلرِّبَا ثَلاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ اَلرَّجُلُ أُمَّهُ

Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi SAW bersabda,"Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menikahi ibunya sendiri. (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)


عَنْ عَبْدِ الله بْنِ حَنْظَلَة غَسِيلُ المَلاَئِكةِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ِدرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلاَثِيْنَ زَنِيَّة - رواه أحمد

Dari Abdullah bin Hanzhalah ghasilul malaikah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, jauh lebih dahsyah dari pada 36 wanita pezina. (HR. Ahmad)

Mengapa menjadi riba ketika menukar uang?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

“Jika emas dibarter dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum bur (gandum halus) ditukar dengan gandum bur, gandum syair (kasar) ditukar dengan gandum syair, korma ditukar dengan korma, garam dibarter dengan garam, maka takarannya harus sama dan tunai. Jika benda yang dibarterkan berbeda maka takarannya boleh sesuka hati kalian asalkan tunai” (HR. Muslim 4147).

Hadits tersebut memberikan auran tentang larang menukar emas dengan emas yang tidak sama, hal ini sama dengan bila menukar uang dengan uang dengan mengambil keuntungan tertentu. Misalnya menukar uang Rp.100.000,- hanya mendapatkan Rp.80.000,- uang recehan.  Selisih Rp.20.000,-  tersebut adalah riba.

Tetapi ada ulama uang membolehkan bila sekedar memberikan ongkos pada teman untuk antri menukarkan uang dengan diberikan imbalan yang secukupnya.


Nah agar terhindar dari riba ketika menukar uang recehan maka bisa dilakukan dengan beberapa cara :

1. Menukar uang ke Bank Indonesia di seluruh Indonesia. BI sudah menyiapkan uang 167 Trilyun untuk ditukarkan kepada masyarakat. Khusus untuk di Jakarta maka BI sudah membuka konter penukaran di Monas.
2. Menukarkan uang recehan ke pom bensin, mereka banyak uang receh walau uangnya tidak baru :)
3. Menyiapkan recehan jauh-jauh hari
4. Jangan berlebih-lebihan dalam mempersiapkan uang receh yang diluar kemampuan kita hanya karena rasa gengsi.

Semoga ibadah Ramadhan kita semakin baik dan semoga silahturahim kita dalam hari Raya Idul Fitri semakin barokah, jauh dari dosa kecil maupun besar. aamiin

Salam santum


Herman Budianto
Spiritkehidupan.com
FKDI.com

No comments:

Post a Comment