Memaafkan Tanda Kebaikan Orang Muslim - FKDI Indonesia

Tuesday, June 13, 2017

Memaafkan Tanda Kebaikan Orang Muslim

Gambar dari google

Pemateri : Ustadz Freddy Setya, S.Pd.
Edisi : Senin, 12 Juni 2017
Mengutip sebuah Hadist sebagaimana berikut ini:

Tidaklah seorang itu suka memaafkan, melainkan dia akan semakin mulia. (HR. Muslim)

Memaafkan terkadang tak semudah kelihatannya, terkadang tangan telah berjabat, bibir telah berkata: "aku memaafkanmu", tetapi bagaimana dengan hati kecil ini? 

Apakah luka itu tetap ada? 

Sepertinya bisa dibayangkan bagaimana luka akibat tusukan pisau dan kemudian pisau itu kembali diambil, apakah akan tetap sama bentuknya? 

Ternyata tidak bukan?

Mari kita melakukan kajian dengan materi singkat namun lebih kepada pembelajaran interaksi dua arah.

Kita mulai dari sebuah pertanyaan sederhana.

Pernah kita merasa dalam hidup membenci suatu keadaan? 

Atau

Mungkinkah saat ini memiliki rasa tak nyaman yang muncul dalam diri? 

Bila memang jawabnya iya, berarti Anda sedang mengalami trauma dalam kehidupan Anda. 

Yang biasanya disebut traumatic life syndrome

Yang menjadi pertanyaan sederhananya apakah langkah kita sudah tepat dalam mengatasinya? 

Semakin hari semakin ingin melupakan hal tersebut, maka akan semakin teringat dan semakin teringat jelas bagaimana rasanya ketika saat itu. 

Lantas apa yang salah? 

Kira2 ada yang tahu? 

Sebagaimana contoh yang mungkin ada disekitar kita, ada banyak para pemudi yang terinfeksi atau terjangkiti oleh virus yang biasanya bahasa kerennya BAPER, baper (bawa perasaan).

Tapi, baper tersebut mengandung dua esensi makna yang akan mampu menyelamatkan kita, apakah itu? 

Terbawa perasaan hingga larut ataukah terbawa perasaan untuk mengubahnya?

Maka, pilihan ada DITANGAN kita apakah kita mau terbawa perasaan atau membawa perasan pada wadah yang tepat? 

Sebuah kata bijak beberapa hari lalu, terinspirasi dari kondisi saat ini; Rasa tidaklah penah salah, hanya pilihan langkah yang tak terarah jadikan diri terpenjara.

Lantas apakah luka akan hilang? bagaimana luka akan disembuhkan? 

Bukankah luka pasti sembuh, karena efek luka lah yang membuat kita terpenjara oleh rasa yang salah. 

Jadi, apakah kita akan terus menyimpan luka hingga terlupa, karena lupa dan memaafkan tidaklah sama. 

memaafkan jauh lebih mulia daripada melupakan, karena melupakan tanda seseorang yang tidak mau tumbuh dewasa.

"....hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang-orang itu; tidakkah kamu suka supaya Allah Swt mengampuni dosa kamu? Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihi. (QS. An-Nuur: 22)

Wassalam


No comments:

Post a Comment