Ketika Dia Tak Lagi di Sisiku - FKDI Indonesia

Friday, June 2, 2017

Ketika Dia Tak Lagi di Sisiku

Gambar dari google

Hari/Tanggal : Ahad/28 Mei 2017
Narasumber  : Ustadz Ryan
Judul  : Ketika Dia Tak Lagi di Sisiku
Materi Kajian Remaja FKDI

Ketika Dia Tak Lagi di Sisiku
Ini adalah puisi cinta
Ketika dia tak lagi disisiku..
Dia adalah yg selalu dirindu...
Kehadirannya selalu di nanti..
Cintaku padanya begitu tinggi..
Namun, kepergiannya membuatku termenung..
Kesedihan hati ini, kehilangan dirinya...
Ku tau ini akan menjadi suatu hal yg ku kenang...
Selama bersamamu diri ku semakin baik..
Dia.. Terlalu indah untuk ku sia siakan...

Akan dia kembali?..
Setelah kepergian nya kini?
Maafkan aku..
Yang mencintai dia tak sesempurna cinta yg hakiki..
Terlalu banyak waktu ku tinggalkan..
Aku mngeluh kepada asa..
Mengapa dia berlalu begitu saja...
Seperti ini kah perihnya perpisahan?
Yg aku tak tau ujungnya seperti apa?
Akan kah aku bertemu dia kembali?
Dan membangun cinta setelah dia hadir kembali?
Begini kah yg namanya cinta??
Ada atau tidak adanya dia..
Seharusnya membuat ku tetap pada pendirian ku..
Cintaku tak berubah..
Semakin meningkat..
Inilah seharusnya terjadi....
Namun maafkan aku yg selalu menyia nyiakan mu saat kepergian mu...
Dia pergi, aku berkata "aku sedih atas kepergiannya"
Namun setelah tiba kepergiannya..
Aku malah tertawa dan seakan lupa dgn DIA..
Yg saat datang, ku cinta dan selalu ku perhatikan...
Maaafkan aku...
Tertulis untuk Dia,
Ramadhan yg dirindukan
Ramadhan yg dicintai..
Ramadhan....

Akan kah kepergian mu untuk selamanya?
Selagi masih awal ramadhan, maka ana ingin mengingatkan kpd diri ana pribadi dan teman-teman semuanya terkait ramadhan hari ini. Terkadang...
Diri ini terlalu asik menyiapkan lebaran, namun seakan-akan bersiap melukan ramadhan. Terkadang diri ini lebih sibuk menyiapkan baju lebaran, tetapi lupa ada masjid yg menanti kalian.. Terkadang, lisan ini terucap sedih kehilangan ramadhan. Namun saat kepergiannya terjadi....
Ucapan tdi seakan-akan ikut sirna dengan kepergian Ramadhan.
Terkadang...
Ramadhan dilalui begitu saja seperti melepaskan sekedar kewajiban...
Pdahal Ramadhan menjemput kita dengan cinta.. Cinta yg hakiki, yg menjamin surga baginya.. Yg memuliakan keberkahan ibadah di dlmnya.
Terkadang....
Banyak org beribadah... Berlomba dlm kebaikan bersama dia..
Namun..

Saat kepergiannya...
Pergi pula org2 yg berlomba lomba saat dia hadir diantara mereka.
Sesungguhnya, seberapa berharga nya Ramadhan ini untuk kita?
Akankah kita mnjdi manusia2 yg fasik?
Ketika dia datang..
Kita berlomba2 meraih kebaikkan..
Namun saat dia pergi, pergi pula semua amalan2 itu....
Seperti itu kah yg namanya cinta???...
Ini kah yg namanya bulan yg dirindu?....
Apa hnya setahun sekali?....
Atau mungkin...
Kita ini terlalu yakin amalan kita di Ramadhan akan menutupi semua dosa kita selama 11 BULAN tanpa Ramadhan?
Siapa yg jamin amalan kita di Bulan Ramadhan akan Allah terima?
Wallahu alam..
Ga ada yg tau..
Bahkan malaikatpun tak tau...
11 bulan kalangan jin dan iblis menempa manusia dengan hawa nafsu emosi dan lain2..
Namun, dengan percaya diri kita melakukan amalan itu dengan 1 BULAN?..
Seperti inikah yg di harapkan Allah dan rasulNya???
Sungguh TIDAK saudaraku..
Di bulan ini..
Seharusnya kita sadar.. Kita ditempa menjadi manusia yg lebih baik...
Seperti ulat..
Yang awalnya dia hnya serangga pengganggu, hama bagi tanaman..
Namun, setelah melewati fase metamorfosis..
Dia menjdi kupu2
Ya siapa yg tdk tau kupu2?
Serangga yg mnguntungkan bagi tumbuhan, yg berikan manfaat buat yg lainnya, membuat makhluk lain senang memandangnya....
Seperti ini lah seharusnya seorang mukmin setelah perginya ramadhan....
Bukan mulai dari 0 lagi seperti spbu.
Atau seperti ular, yg sebelum berganti kulit dia berbahaya...
Namun setelah ganti kulit, dia tidak berbeda dengan ular sebelumnya..
Hanya KULIT saja yg berganti...
Akankah kita menjadi mukmin seperti itu?...
Renungkan sahabat...
Allah berfirman dalam surah al mukminun ayat 60

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (٦٠)


”Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka Saat itu Aisyah Radiallahu anha bertanya kpd kekasihnya.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :
“Apakah mereka orang-orang yang meminum khamr dan mencuri?”
Maka Rasulullah pun menjawab,

لَا يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ وَلَكِنَّهُمْ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لَا يُقْبَلَ مِنْهُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ


”Tidak wahai ’Aisyah. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, menegakkan shalat dan bersedekah
akan tetapi mereka merasa takut amalan yang telah mereka kerjakan tidak diterima di sisi Allah. Mereka itulah golongan yang senantiasa berlomba-lomba dalam mengerjakan kebajikan.” (HR Tirmidzi nomor 3175. Imam Al Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahihut Tirmidzi nomor 2537).



Mereka,
para salafulsholih, para sahabat Rasulullah saja takut amalannya tidak di terima...
Kita?, bagaimana?...
Rasulullah yg di jamin masuk surga pun....
Tetap menjalankan ibadah sholat malam smpai kakinya bengkak..
Kita?........ Sudah ada kenalan sama org dalamkah disurga?... Sehingga merasa aman setelah melakukan satu atau dua amalan?
Kembali kepada diri diri kita...
Sebagian orang bijak mengatakan

مِنْ ثَوَابِ الْحَسَنَةِ اَلْحَسَنَةُ بَعْدَهَا وَمِنْ عُقُوْبَةِ السَّيِّئَةِ اَلسَّيِّئَةُ بَعْدَهَا


“Diantara balasan bagi amalan kebaikan adalah amalan kebaikan yang ada sesudahnya. Sedangkan
hukuman bagi amalan yang buruk adalah amalan buruk yang ada sesudahnya.” (Al Fawaa-id hal. 35).

Maksudnya apa??
Ketika Ramadhan kita gempor2an ibadah terus menerus..
Namun setelah Ramadhan, jgn smpai yg kita gemporkan itu ikut berlalu bersamaan dgn perginya Ramadhan..
Karena,
Amalan yg dilihat adalah amalan setelahnya...
Dan Allah berfirman dlm Surah An Nahl ayat 97..
Agar kita tidak seperti seseorang yg membangun istama megah saat Ramadhan..
Namun menghancurkannya sesaat setelah kepergiannya.
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali.“
Ibadah itu sampai ajal menjemput, bukan sampai DIA pergi..
Allah, teguhkanlah kami semua di atas manisnya iman dan amal shalih yg Engkau terima disisiMu, hidupkan kami dengan kehidupan yang baik penuh berkah dan sertakan diri kami bersama golongan orang-orang yang shalih

Wallahu a'lam bishowab...

No comments:

Post a Comment