Dibenci tapi Dicintai dan Menggoda - FKDI Indonesia

Friday, June 2, 2017

Dibenci tapi Dicintai dan Menggoda

Sumber dari google


Hari/Tanggal :Rabu / 10 Mei 2017
Narasumber  : Ustadz Satria Ibnu Abiy
Judul   : Dibenci tapi Dicintai dan Menggoda

Materi Kajian Remaja FKDI
Dibenci tapi Dicintai dan Menggoda

الحمد لله
 بـــســم الـلّٰـــه الرحــمــن الرحــيــم

الــسلام علــيكم ورحمة الله وبركاته

KETIKA HARUS KE PASAR (MALL)

Pasar di zaman modern seperti sekarang ini, mengalami banyak kemajuan yang sangat pesat, mulai dari bentuknya hingga kemewahan dan kemegahan di dalamnya. Kalau dulu mungkin pasar identik dengan sesuatu yang jorok, bau dan banyak sampah, kini sebagian besar pasar sudah mulai melakukan perubahan yang cukup baik dalam hal tersebut, terlebih khususnya pasar-pasar modern seperti minimarket, supermarket dan apa yang kita sebut dengan mall.

Namun tahukah kita, bahwa pasar adalah salah satu tempat yang dibenci oleh Allah ﷻ?

Aduh... jangan ngada-ngada ustadz, jangan bikin heboh deh!!!

Beneran, ini bukan kata saya loh. Coba simak apa yang disabdakan oleh RasuluLlah ﷺ ketika berbicara tentang pasar di dalam hadits berikut,

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا

"Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar." (HR. Muslim)

Kenapa pasar bisa menjadi tempat yang paling dibenci ustadz?

Tidak bisa kita pungkiri, di dalam pasar akan banyak kita jumpai hal-hal yang dilarang oleh Allah ﷻ, seperti dipamerkannya aurat, sumpah palsu, transaksi riba, penipuan, juga hal-hal lain yang dapat melalaikan kita dari beribadah dan berdzikir kepada Allah ﷻ. Tak heran jika sedang berada di pasar (baca: mall) serasa waktu itu begitu cepat berlalunya, bahkan tak lagi terdengar adzan sholat ketika berada di dalamnya...

Tidak hanya itu, orang yang lebih senang berada di pasar (padahal tidak ada kebutuhan yang ingin dibeli atau tidak sedang berdagang), maka bisa dipastikan matanya akan banyak melihat hal-hal yang akan membuatnya takjub dan menarik hatinya, sehingga sampai keluar pasar pun hatinya akan terus menerus dibayangi dengan keinginan untuk mendapatkan/memiliki apa yang telah membuatnya takjub tersebut. Wal iyadzu biLlah

Berarti kita gak boleh ke pasar dong ustadz?

Perlu kita fahami dulu, bahwa hadits Imam Muslim di atas bukanlah sebuah larangan untuk pergi atau beraktivitas di pasar, bukan...

Hadits di atas menjadi rambu sekaligus warning bagi kita agar kita tidak terlena dan betah berlama-lama di dalam tempat yang paling dibenci oleh Allah ﷻ tersebut. Apalagi jika memang kita tidak ada keperluan di dalam pasar, maka sebaiknya jauhi dan jangan sering main ke pasar.

Apakah sama sekali di pasar tidak bisa beribadah kepada Allah ﷻ ustadz?

Kalau antum adalah seorang pedagang yang memang harus dan wajib beraktivitas di dalam pasar, maka simak dan renungkanlah 2 hadits RasuluLlah ﷺ berikut sebagai peringatan sekaligus menjadi kabar gembira,

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi)

Bagaimana ciri atau indikasi pedagang yang jujur dan amanah tersebut?

RasuluLlah ﷺ bersabda,

إن أطيب الكسب كسب التجار الذي إذا حدثوا لم يكذبوا و إذا ائتمنوالم يخونوا و إذا وعدوا لم يخلفوا و إذا اشتروا لم يذموا و إذا باعوا لم يطروا و إذا كان عليهم لم يمطلوا و إذا كان لهم لم يعسروا

“Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (HR. Al Baihaqi)

Trus gimana caranya agar ketika belanja di dalam pasar kita tidak terlena ustadz?

1. Perbanyak membaca doa saat akan masuk pasar berikut,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaaha IlaLlaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir

"Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu."

2. Catat segala kebutuhan yang ingin dibeli, agar kita tidak disibukkan dengan apa yang akan kita lihat dan membuat hati kita terpikat olehnya.

3. Jangan berlama-lama di dalam pasar, jika sudah terpenuhi hajat dan kebutuhan kita, segeralah keluar dari dalamnya.

لَا تَكُونَنَّ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلَا آخِرَمَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ

“Jika engkau bisa, janganlah menjadi orang yang pertama masuk pasar dan terakhir keluar darinya (jangan berlama-lama di dalamnya). Karena pasar merupakan medan pertempuran setan dan disana lah ia menancapkan benderanya.” (HR. Muslim)

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment