Bersegeralah dalam Kebaikan - FKDI Indonesia

Friday, June 2, 2017

Bersegeralah dalam Kebaikan

Gambar dari Google

Hari/Tanggal : Rabu/ 24 Mei 2017
Narasumber  : Ustadzah Dwi 
Judul   : Bersegeralah dalam Kebaikan

Materi Kajian Remaja FKDI


 السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
بسم الله الر حمن الر حيم 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْه
ِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
  
   Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT  atas segala rahmat, nikmat dan karuniaNya sehingga kita bisa bertemu kembali.. berkumpul  di Remaja Islamiyah  kebanggaan kita yang in sya Allah diberkahi dalam ikhtiar keilmuan kita yang terbatas untuk lebih baik lagi dalam bertaqarrub kepada Allah .

   Shalawat dan salam kita haturkan pd baginda Nabi besar Muhammad SAW, manusia berahklak paling mulia, uswatun hasanah kita, dan inspirasi hidup kita sebagai seorang muslim. Semoga sosok beliau bisa terus memotivasi kita untuk terus menjadi pribadi yang selalu berjuang menjadi lebih baik lagi..aamiin

Kita awali dengan doa yaa:

بسم الله، الحمد لله

ﺭَﺿِﻴْﺖُ ﺑﺎﻟﻠّﻪ ﺭَﺑَّﺎً , ﻭَ ﺑﺎ ﻹِ ﺳْﻼﻡِ ﺩِﻳْﻨﺎً , ﻭﺑِﻤُﺤَﻤَّﺪٍ ﻧَﺒِﻴَّﺎً ﻭَﺭَﺳُﻮْﻻً, ﺭَﺏِّ ﺯِﺩْﻧِﻲ ﻋِﻠْﻤًﺎ ,
ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨِﻲْ ﻓَﻬْﻤًﺎ , ﺁﻣﻴﻦ ﻳﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ

Aku ridho Allah sebagai Tuhanku dan agama
Islam itu sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad itu
sebagai Nabi dan Utusan Allah

Ya Allah, tambahkanlah ilmu pengetahuanku dan berilah
aku kefahaman, Ya Allah kabulkanlah do’aku ini.
Aamiin yaa Rabbal'alamiin

Marilah kt mulai kajian mlm hr ini yg berjudul :
Bersegeralah dalam Kebaikan

Sahabat Fillah

Ingatkah lirik  lagu ini...?

Berbuat baik janganlah ditunda - tunda
Berbuat baik janganlah ditunda - tunda
Membelanjai anak yatim menafkahi anak yatim
Menyantuni fakir miskin melindungi fakir miskin
Sembahyang fardu janganlah ditunda - tunda
Mulai subuh sampai dzuhur dari dzuhur sampai ashar
Dari ashar sampai maghrib dari maghrib sampai isya
Beramal shaleh janganlah ditunda - tunda
Mentuntut ilmu yang tekun menuntut ilmu yang gigih
Mencari rizki yang halal mencari nafkah yang halal
Beramar makruf janganlah ditunda - tunda

Menghapus kemusrikan menghapus kemusrikan
Menyampaikan kebenaran menyampaikan kebenaran

Sahabat Fillah .....

   Sebagai umat manusia, sudah seharusnya kita memperbanyak kebaikan untuk mendapatkan pahala yang banyak pula. Oleh karena itulah setiap orang dianjurkan untuk memulai sebuah kebaikan dari ia bangun ketika fajar menyingsing hingga malam menjelang, serta semua itu dilakukan hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

   Akan tetapi, di zaman sekarang ini, entah karena kesibukan ataupun rasa malas yang menyergap. Kebaikan akhirnya dikorbankan dengan dalih belum mampu melaksanakan ataupun masih dirasa harus melakukan hal lain sebelum menjemput kebaikan tersebut.

“Ah nanti, kalo dapet rezeki lebih mau sedekah.”
 “Ah nanti, kalo sempet mau tadarus Al Quran 1 juz.”
"Nanti, saja naik hajinya kalo dah pensiun"
"Ah, nanti.” 

Dan berapa lagi ‘nanti-nanti’ lainnya yang seringkali terucap. Tahukah, jika menunda kebaikan itu adalah strategi Iblis dalam mensukseskan misinya?

Berbuat kebaikan bahkan sebelum dilakukan, memang sudah dicatat sebuah kebaikan. Dalam hadits qudsi, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Sesungguhnya Allah mencatat berbagai kejelekan dan kebaikan lalu Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan lantas tidak bisa terlaksana, maka Allah catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia bertekad lantas bisa ia penuhi dengan melakukannya, maka Allah mencatat baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipatnya sampai lipatan yang banyak.” (HR. Bukhari no. 6491 dan Muslim no. 130)

Namun, meskipun sudah dicatat sebuah kebaikan, terkadang kita malah jadi sering menunda-nunda berbuat baik. “Ah, nanti saja.”

  Ketahuilah, menunda-nunda kebaikan itu merupakan salah satu strategi Iblis dalam melancarkan misinya. Itulah penyakit At Taswif (menunda-nunda melakukan kebaikan)
Abu Al Jald rahimahullah berkata: “Aku mendapati bahwa at taswif (menunda-munda kebaikan) adalah salah satu dari tentara Iblis, ia telah membinasakan banyak makhluk-makhluk Allah.” Lihat kitab Hilyat Al Awliya’ wa Thabaqat Al Ashfiya’, 6/54.

   Jangan sampai kita menjadi menyesal gegara sering menunda berbuat baik. Cermati firman Allah berikut.

    “dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam, pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.”

   Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.” QS Al Fajr 23-24.

Bersegeralah dalam Kebaikan


Sahabat Remaja Islamiyah  Rahimakumullah....

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ

“...Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan...” (QS Al-Baqarah: 148).


۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS Ali-Imran: 133)

Judul kali ini mengandung dua unsur penting; 1) segera menuju kebaikan, 2) jika manusia ingin mengerjakan suatu kebaikan, hendaklah dia segera melaksanakannya dan tidak perlu ragu-ragu.

Bersegera

   Segera adalah lawan kata dari menunda dan malas. Betapa banyak orang yang senang menunda dan malas hingga mereka kehilangan banyak kebaikan. Maka dari itu, Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

“Orang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang Mukmin yang lemah. Dalam setiap kebaikan bergegaslah untuk melaksanakan setiap kebaikan apa yang bermanfaat bagi dirimu. Mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan menjadi orang yang lemah.”


   Manusia harus bergegas dalam melaksanakan kebaikan. Jika dia ingat suatu kebaikan, maka bersegeralah melaksanakannya, di antaranya adalah shalat, sedekah, puasa, haji, berbakti pada orang tua, menyambung silaturahim, dan kebaikan-kebaikan lain yang harus segera dilaksanakan.

   Orang yang suka menunda kebaikan, bisa jadi dia tidak bisa lagi mengerjakannya setelah itu, baik karena mati, sakit, ketinggalan, maupun karena faktor-faktor lainnya. Dijelaskan dalam sebuah hadist dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam:
“Jika salah seorang di antara kamu hendak mengerjakan ibadah haji, maka segeralah dia mengerjakannya karena bisa jadi dia nanti sakit, orang yang sedang dalam perjalanan bisa tersesat dan akan muncul keperluan yang baru.”

Segeralah mengerjakan kebaikan dan jangan ditunda-tunda sebelum datang sesuatu yang menghalangimu.

Kemudian, penulis (Imam An-Nawawi) menyitir firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

 فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ

“...Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan...” (QS Al-Baqarah: 148).


   Kata “istabiqu” berarti “asabiqu” dan kata ini lebih mendalam artinya daripada “saabiqu ila al-khairaat.” Kata “istibaaq” artinya manusia mendahului dalam menuju kebaikan dan dia menjadi orang yang pertama kali dalam mengerjakan kebaikan. Di antaranya adalah berlomba-lomba dalam mengisi shalat pertama dalam shalat

Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruk shaf adalah yang terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah bagian belakang, dan sejelek-jelek shaf bagi mereka adalah yang terdepan.”

Maka gunakan kesempatan dan bersegeralah untuk mengerjakan kebaikan.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ | ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ


   "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,” (QS Ali-Imran: 133-134).


   Yang dimaksud dengan segera menuju kepada ampunan adalah hendaknya manusia segera memohon ampunan kepada Allah dari segala dosa, seperti mengatakan “Asytaghfirullah al-‘adzim” atau “Allahumma aghfirli” atau “Allahumman inni astaghfiruka” dan sebagainya. Begitu juga berarti segera menuju ampunan, seperti dengan berwudhu, mengerjakan shalat lima waktu, dari satu Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari Ramadan ke Ramadan berikutnya.


   Jika seseorang berwudhu dan dia menyempurnakan wudhunya kemudian mengucapkan:


أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya,” (HR Muslim).


اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ


“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci,” (HR Tirmidzi).

   Barangsiapa yang membaca doa tersebut setelah berwudhu, maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang bisa dia masuki dari arah mana saja. Begitu juga tatkala dia berwudhu, maka kesalahan-kesalahannya akan keluar dari anggota wudhunya bersama tetesan air yang terakhir. Ini termasuk di dalam hal-hal yang dapat menyebabkan diampuninya dosa.


   Amalan lain yang dapat menyebabkan dosa terampuni adalah shalat lima waktu. Ia dapat menghapus kesalahan yang terjadi antara shalat-shalat itu selama dia tidak melakukan dosa-dosa besar. Dari Jumat ke Jumat berikutnya menjadi penebus dosa yang terjadi di antara keduanya selama tidak mengerjakan dosa-dosa besar, dan dari Ramadan ke Ramadan menjadi penghapus terhadap dosa-dosa kecil yang terjadi di antara keduanya selama dia tidak melakukan dosa-dosa besar. Hendaklah manusia segera melakukan hal-hal yang dapat mengantarkannya menuju gerbang ampunan.
Kepada Surga Allah SWT yang Luasnya Seluas Langit dan Bumi

Sahabat Remaja Islamiyah Rahimakumullah..

Surga Allah SWT teramat luas dengan batas yang tidak pernah kita ketahui karena terbatasnya akal pikiran manusia. Sayang apabila surga yang teramat luas itu kita tidak ada di sana.

Hal ini bisa dicapai dengan mengerjakan perintah atau bersegera dalam menuju surga dengan mengerjakan amal yang dapat mengantarkan kepadanya. Tidak
ada amal yang dapat mengantarkan ke surga kecuali amal saleh. Inilah yang dapat menjadi perantara bagi seseorang sebagai tiket menuju surga, maka bergegaslah melakukannya.

Kemudian, Allah SWT menjelaskan bahwa luas surga adalah seluas langit dan bumi. Hal ini menunjukkan bahwa luas surga adalah seluas langit dan bumi, yang tidak bisa diukur keculi oleh Allah SWT semata. Maka bergegaslah menuju ke surga dengan mengerjakan amalan yang dapat mengantarkanmu kepadanya, yaitu dengan beramal saleh.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, “Dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa,”yakni surga itu dipersiapkan bagi mereka dan yang menyiapkan adalah Allah SWT, seperti yang dijelaskan di dalam sebuah hadist Qudsi:

“Aku menyiapkan bagi hamba-hambaKu yang saleh sesuatu yang tidak dilihat mata, tidak didengar telinga, dan tidak berbetik di dalam hati manusia.”

Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment