Mengajari Anak Puasa - FKDI Indonesia

Friday, May 12, 2017

Mengajari Anak Puasa

Gambar dari Google

Pemateri : Ustadz Lilik Prihyanto,  ST.  S. Pd.
Edisi : Jum'at,  12 Mei 2017

Kita coba lihat bagaimana di zaman Rasul dan shahabat tentang puasa anak-anak kita. 
Bagaimana tips melatih anak untuk berpuasa?

Ternyata sudah ada contoh dari para sahabat di masa silam untuk mendidik anak-anak mereka hingga bisa berpuasa penuh sampai waktu berbuka.

عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ قَالَتْ أَرْسَلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ « مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ ، وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ » . قَالَتْ فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا ، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ ، حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الإِفْطَارِ


Dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang ke salah satu suku Anshar di pagi hari Asyura.” Beliau bersabda, “Siapa yang di pagi hari dalam keadaan tidak berpuasa, hendaklah ia berpuasa. Siapa yang di pagi harinya berpuasa, hendaklah berpuasa.” Ar Rubayyi’ mengatakan, “Kami berpuasa setelah itu. Lalu anak-anak kami pun turut berpuasa. Kami sengaja membuatkan mereka mainan dari bulu. Jika salah seorang dari mereka menangis, merengek-rengek minta makan, kami memberi mainan padanya. Akhirnya punmereka bisa turut berpuasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960 dan Muslim no. 1136)


Ibnu Batthol menjelaskan bahwa para ulama sepakat, ibadah dan kewajiban barulah dikenakan ketika telah baligh (dewasa). Namun kebanyakan ulama sudah menyunnahkan (menganjurkan) mendidik anak untuk berpuasa sejak kecil, begitu pula untuk ibadah lainnya. Hal ini untuk keberkahannya dan agar membuat mereka terbiasa sejak kecil, sehingga semakin mudah mereka lakukan ketika telah diwajibkan.

Al Muhallab berpandangan, hadits ini mengandung pelajaran bahwa siapa saja yang mengajak anak untuk melakukan ketaatan pada Allah, mengajak mereka untuk konsekuen dalam menjalankan ibadah, mereka itu akan diberi pahala lantaran hal itu. Kesulitan ketika mengharuskan mereka untuk melakukan seperti itu tidak membuat mereka sulit.

Ibnul Mundzir berkata bahwa para ulama berselisih pendapat dalam hal kapan anak diperintah untuk berpuasa. Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin, ‘Urwah, ‘Atho’, Az Zuhri, Qatadah, Imam Syafi’i berpandangan bahwa mereka diperintah puasa ketika mereka sudah mampu. Al Auza’i memiliki pandangan bahwa mereka dikenakan kewajiban puasa ketika mereka sudah mampu berpuasa tiga hari berturut-turut dan tidak merasa lemas ketika itu. (Syarh Al Bukhari li Ibni Batthol, 7: 125)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Hadits di atas menunjukkan perintah untuk melatih anak dalam melakukan ketaatan dan mendidik mereka untuk beribadah. Akan tetapi, mereka tetap masih belum terbebani syariat atau belum mukallaf. Sedangkan Al Qadhi mengatakan bahwa telah terdapat riwayat dari Urwah, ketika telah mampu puasa, anak sudah wajib puasa. Namun pernyataan jelas keliru karena bertentangan dengan hadits shahih yang menyatakan, “Pena diangkat dari tiga orang (di antaranya), dari anak kecil hingga ia ihtilam (baligh).” Wallahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim, 8: 15
Terlepas dari perbedaan pendapat paravulama dalam mensikapi hadits diatas, ada satu benang merah yang sama bahwa kita sebagai orang tua ada tanggungjawab dalam pendidikan dan pelatihan puasa anak anak kita.

Sehingga dalam riwayat yang lain disaat bulan ramadhan ada orang yang tidak berpuasa Umar bin khatab mencelanya, "kenapa engkau tidak berpuasa padahal anak anak kami berpuasa", dalam riwayat lain umar memukul orang tersebut. Untuk maka persiapakanlah anak anak kita untuk dilatih berpuasa sejak dini melatih mereka melaksanakan ibadah puasa. Ternyata kesulitan tidak datang dari anak itu sendiri, melainkan orang tua juga sering merasa khawatir dan takut ketika anak mereka menjalankan ibadah puasa. Rasa kasihan yang dialami oleh seorang ibu ketika melihat anaknya sudah pucat dan lemas karena kelaparan, sering membuat sang ibu menyuruh si anak membatalkan puasa, yang berujung pada pelarangan terhadap anak untuk melaksanakan puasa-puasa selanjutnya.

Berkut ini adalah tips untuk membiasakan anak-anak puasa dari usia dini :

  1. Mulailah ketika Sang Ibu hamil. Seharusnya seorang wanita bersyukur saat mendapatkan bulan Ramadhan dalam kondisi hamil. Artinya, mereka dapat berpuasa penuh tanpa ada yang tertinggal atau bolong. Ibu yang sehat akan semakin sehat jika dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan perasaan yang ikhlas dan tumakninah. Selama berpuasa dapat diikuti dengan membaca kitab suci Al Qur'an setiap selesai shalat terutama sehabis shalat Subuh menjelang matahari pagi timbul di ufuk timur. Seringlah mengajak anak dalam kandungan berbicara dengan mengatakan bahwa kita sedang melaksanakan ibadah puasa. Ada kisah seorang ibu yangvsering melaksanakan puasa senin khamis, dan saat dia hamilbjuga rutin melaksanakan, akhir setelah anak itu lahir masih balita sudah pingin seperti ibunya untuk melaksanakan puasa sunnah senin khamis
  2. Ketika anak telah lahir dan sampai berumur dua tahun. Ciptakanlah suasana yang berbeda ketika menyambut bulan Ramadhan, sehingga tidak sama dengan hari-hari biasanya. Misal, meminta sang ayah untuk selalu berbuka puasa bersama di rumah, memberikan nuansa religius di rumah seperti musik-musik rohani atau padang pasir, menyuguhkan makanan khas yang jarang ditemukan pada bulan-bulan lainnya (tidak harus mahal, tapi harus berbeda dari biasaya), bangunkan mereka tatkala sahur, dsb. Katakan kepada mereka bahwa kita akan melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Ada sedikit kelupaan saat anak dalam kandungam pun juga diberitahu waktu waktu dalam berpuasa, misah waktu sahur anak kita yang dikandungan diberitahu ini waktucsahur demikianpula saat berbuka ,dan diajak berdoa bersama sama
  3. Saat berumur antara tiga sampai lima tahun. Ajaklah mereka untuk menahan lapar barang sejenak ketika Ramadhan tiba, dengan tidak meninggalkan kebiasaan pada point dua di atas. Anak-anak umumnya dapat menahan lapar dari pagi hingga pukul sepuluh bahkan pukul dua belas siang. Katakan bahwa kita sedang berpuasa. Hilangkan rasa khawatir pada diri orang tua, sehingga sang anak menjadi kuat phsikisnya yang berdampak pada kuat imannya untuk meneruskan puasa sampai maghrib menjelang. Sebagian anak-anak yang sudah mencapai umur lima tahun dapat melaksanakan puasa sehari penuh. Bahkan diantara mereka mampu berpuasa lebih dari sepuluh hari, namun di usia ini kecil sekali kemungkinan bagi anak-anak untuk dapat berpuasa sampai sebulan penuh. Oleh sebab itu jangan dipaksa. Biarkan semampu mereka saja. Dapat juga diberi iming-iming hadiah jika dapat menyelesaikan puasa seharian, misalnya dengan memberikan uang lima puluh ribu sehari atau membelikan mainan kesukaannya jika dapat berpuasa sehari penuh.
  4. Saat Berumur Enam Tahun Ke Atas. Pada usia ini anak-anak yang diajarkan dengan step-step di atas biasanya sudah mampu berpuasa sehari penuh dalam hitungan bulan penuh juga.  Keinginan mereka untuk menjalankan ibadah puasa tidak diragukan lagi. Bahkan jika tidak dibangunkan saat sahur mereka akan marah dan menyesal tak bisa melaksanakan ibadah puasa hari itu. Selanjutnya orang tua tidak usah ragu-ragu lagi untuk mengajak anak-anaknya berpuasa, karena mereka sudah terbiasa dan akan sangat gembira menjelang hadirnya Ramadhan tiba.
  5. Persiapkan kebiasaan baik dalam bulan ramadhan di bulam sya'ban, obaratborang menanam buah itu dibulan syaban hasil panenya di bulan ramadhan, sehingga nanti amal yaumiah dibulan ramadhan bisa optimal, dan barokahnya bulan ramadhan bisa tergapai dengan baik, Allohu a'lamu bishowab, mojon maaf jika banyak khilaf , 

Kajian FKDI Khusus Ihkwan

No comments:

Post a Comment