KEUTAMAAN NIKAH MUDA - FKDI Indonesia

Wednesday, May 3, 2017

KEUTAMAAN NIKAH MUDA

Ilustrasi dari Google

KEUTAMAAN NIKAH MUDA

Menikah adalah kedewasaan bukan bilangan angka. Menikah memacu kedewasaan. Tidak mau menikah, bisa jadi ciri tidak dewasa.

Menikah Muda Dalam Islam Itu Sangat Dianjurkan, kenapa ? Mungkin pernyaataan itu sering kita dengar karena dengan menikah muda kita akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus.
Menikah adalah proses kompleks yang sangat melibatkan fisik, pikiran, mental, dan keberanian dalam menempuh kehidupan yang berbeda.

Saat itu seseorang memulai memvariasikan hidupnya dengan mencoba menjadi bagian dari hidup orang lain, dan menjalin hubungan yang berasaskan saling melengkapi untuk mencapai satu kebahagiaan yang ditempuh bersama-sama.

Orang-orang zaman sekarang lebih mementingkan karir yang belum tentu membahagiakannya dan membuat hidupnya lebih tenang.

Sebagian yang lain, mencoba untuk menyempurnakan kekayaannya dan berharap dengan banyaknya kekayaan ia akan lebih mudah menjalani ruma tangga.
Di sisi lain ada golongan masyarakat yang menunda pernikahan dengan alasan untuk mendewasakan diri terlebih dahulu.

Mereka beralasan ingin mempelajari dulu bagaimana sifat dan karakter dari lawan jenis agar mereka merasa lebih mampu dan mapan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Ada lagi kenyataan bahwa sebagian paramedis berpendapat bahwa menikah di usia muda itu akanmembahayakan sistem reproduksi wanita, dikarenakan sistem reproduksinya belum matang.
Kami katakan, “Pernyataan mereka itu hanya mengada-ngada..!” Menstruasinya seorang gadis merupakan pertanda bahwa rahimnya telah siap menerima benih.

Berikut ulasannya tentang beberapa manfaat sosial dan medis ketika kita nikah muda:

1.   Romantisdan Terhindar dari dosa

Alasn yang paling mendasar adalah dengan menikah kita akan terhindar dari dosa dosa saat pacaran. Dalam Islam sendiri pacaran dilarang karena bisa menimbulkan fitnah dan yang paling besar adalah bisa terjerumus ke dalam ” Zina “.
Menikah adalah bukti cinta sejati. Ia adalah lambang dari romantisme yang hakiki.
Perlu diketahui muda-mudi yang suka tebar pesona sok romantis, supaya tidak ada lagi yang tertipu sama gombalan dan modus.
Jangan percaya kalau ada orang yang bilang cinta, kalau gak ada progres dari ucapannya. Buktikan, setidaknya dengan melamar.

2. Membuka Pintu Rejeki

” Dan nikahkanlah orang orang yang masih sendiri ( belum menikah ) di antara kalian, demikian pula budak laki laki dan budak perempuan kalian. Bila mereka dalam keadaan fakir maka Allah akan mencukupkan mereka dengan keutamaan dari Nya. ” ( QS : An Nur 32 )
Itulah janji Allah SWT bagi kalian agar segera menikah di usia muda.

3. Menyempurnakan Separuh Agama

Rasulullah SAW pernah bersabda :
”Jika seseorang menikah maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karena nya bertakwalah kepada Allah SWT pada separuh agama lainnya. (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Dari hadist di atas para ulama menjelaskan bahwa pada umumnya yang merusak agama seseorang itu adalah dua hal yaitu ” Kemaluan “ dan” Perut “ nya.

4. Membangun Keseimbangan Awal

Usia muda adalah masa ketika gejolak jiwa mulai bertumbuh, dan merupakan masa dimana Anda butuh seseorang untuk menopang diri dan hidup agar masa depan kita lebih teratur, terarah, dan seimbang.

5. Saat Terbaik Untuk Saling Menyesuaikan

Menikah di usia muda itu bagai membentuk sebuah adonan kue, Anda akan belajar bagaimana caranya untuk lebih saling pengertian.
Menyesuaikan karakter akan lebih mudah dilakukan saat usia masih muda, karena suami-istri masih lebih terbuka untuk belajar.

6. Mencari Pasangan Sempurna

Tidak sulit mencari pasangan yang sempurna. Yang membuat rumit adalah diri kita sendiri beserta kriterianua yang bejibun. Ketahuilah, ketika kesempurnaan adalah syarat sesorang boleh menikah dengan kita, maka kita telah menjadi orang yang egois. Karena kita hanya menuntut orang lain, sedangkan kita sendiri tidak sempurna. Hakikatnya, kesempurnaan hanyalah milik Allah ﷻ. Karenanya, kalau mau pasangan sempurna harus dibangun di atas standar Rabbul Alamin yakni akidah dan agama.

7. Berjuang Untuk Menjaga Kesucian

Dengan menjalani pernikahan, kita akan lebih mudah untuk mengatur emosi seksual, dan lebih menjaga diri dari maksiat kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullahshallalahu `alahi wassalam:
Wahai para pemuda! Siapa saja di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka menikahlah, karena pernikahan itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih menjaga farji (kemaluan). Siapa saja yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (al-Bukhari)
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
Siapa saja menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (Thabarani dan Hakim)

8. Kesiapan

Merupakan hal yang sangat terpuji jika seseorang berusaha semaksimal mungkin memantaskan dirinya agar kelak dapat menjadi orang yang ideal bagi pasangan hidupnya.
firman Allahazza wa jalla:
Nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin,  Allah akancukupkan mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (an-Nur : 32)

9. Membahagiakan

Pastinya semua manusia ingin bahagia. Walaupun bahagia itu sendiri berbeda-beda menurut persepsi orang.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Ia menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (ar-Rum : 21)
Menikah itu menenteramkan. Mau Ibadah, enak dan nyaman. Yang tadinya tidak berpahala bahkan mengundang dosa, jadi membuahkan rahmat dari Allah.

10. Gerbang Memiliki Keturunan

Allah ﷻ juga mengajarkan pada kita di dalam al-Quran agar senantiasa berdoa memohon istri dan keturunan shalih yang menyejukkan hati:
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan (anak-cucu) yang  dapat menyenangkan hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(al-Furqan: 74)
“Tidak ada yang dapat menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya yang bertakwa.”

11. Ibadah Jadi Santai

Ceritanya ada 3 pemuda yang bertanya pada istri Nabi, bagaimana ibadah Rasul. Setelah diberitahu, mereka merasa beribadah mereka sangat kurang dan ingin beribadah semaksimal mungkin.
Salah satu diantara mereka akhirnya memutuskan untuk tekun ibadah dan menjauhi pernikahan. Setelah mengetahui kabar tiga sahabanya ini, Nabi Muhammad melarangnya dan mengatakan bahwa beliau beribadah, juga menikah.  (al-Bukhari: 5063, Muslim: 1401)
Hadits ini menunjukkan bahwa, lebih baik kurang ibadah tapi menikah, daripada bertahan bujang meskipun tekun ibadah.

12. Stamina dan Vitalitas yang Prima

Ketika Anda menikah di usia muda, maka kebugaran tubuh Anda sedang mencapai puncaknya.

13. Indahnya Masa Muda Akan Hilang Karena Mengasuh Anak?

Banyak yang menyangka bahwa memiliki anak di usia muda, indahnya masa muda akan berakhir, karena direpotkan dalam mengasuh bayi. Pikiran ini adalah logika yang terbesit dari mereka yang telah dibumbui oleh rasa takut sebelum mencoba. Sebagian lain, takut mempunyai banyak anak karena hanya akan menambah beban keluarga dan membuat hidup makin melarat. Sungguh kedua alasan itu adalah alasan yang hanya memperturutkan logika daripada firman Allah dan sabda Nabi-Nya.

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-bersabda:
Nikahilah perempuan yang penyayang lagi subur. Sungguh aku akan berbangga dengan sebab banyaknya jumlah kalian (Ummat Nabi Muhammad) dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat. (Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik)
Banyak anak, adalah sunnah Nabi. Kalau mau banyak anak, menikahlah selagi muda.

Juga, Rasulullahﷺ menerangkan akan keutamaan yang paling agung dari mempunyai anak, yakni:
Apabila manusia itu telah mati maka terputuslah dari semua amalnya kecuali tiga perkara:
Shadaqah jariyahilmu yang bermanfaat, danAnak shalih yang mendo’akannya” (Imam Muslim)Allah ta`ala berfirman:Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan.Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(al-Isra : 31)15. Menjauhkan Diri Dari ZinaKita ketahui bersama, dorongan seksual adalah fitrah manusia yang juga dimengeri dalam ilmu biologi. Islam tidak memerintahkan untuk membuhuh nafsu, melainkan mengendalikannya.Sedangkan mengendalikan itu semua sangatlah sulit.Jika hasrat muncul, orang yang sudah menikah dapat kembali pada pasangannya. Kalau jomblo, bisa berbuat apa?Rabb ta’alaberfirman:Janganlah kamu mendekati zina; sungguh zina itu adalah perbuatan yang keji lagi jalan yang buruk. (al-Isra: 32)15. Keutamaan Dari AllahSebagai penutup dari berbagai rankaian perintah dan larangan yang telah Allah patrikan dalam al-Quran di surat al-Isra, yang di antranya membahas tentang pernikahan dan kehidupan berumah tangga, Allah berfirman:Itulah (nikah) sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di selain Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka secara hina lagi dijauhkan dari rahmat Allah. (al-Isra: 39)


FORUM KAJIAN & DAKWAH ISLAM
Pemateri : Ustadzah Nimas
Edisi        : Rabu, 3 Mei 2017

No comments:

Post a Comment