Syaitan-syaitan dari bangsa manusia - FKDI Indonesia

Tuesday, April 25, 2017

Syaitan-syaitan dari bangsa manusia

ilustrasi google

Pemateri : Ustadz Abu Thalhah
Edisi : Selasa, 25 April 2017


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan : “Semoga Allah menjaga Anda wahai Syaikh, Anda telah menjelaskan kepada kami tentang setan dari kalangan jin. Tapi setan dari kalangan manusia, bagaimana orang bisa mengenalinya, dan bagaimana cara membedakannya diantara manusia, bagaimana mewaspadainya dan bagaimana bergaul dengannya ?”

Jawaban : “Setiap orang yang memerintahkanmu dengan kejelekan dan kekejian serta mencegahmu dari kebaikan dan istiqamah maka dialah setan”.

Berdasarkan firman Allah Tabaraka wa Ta’ala :

وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْـفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَر

“Dan barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar”.   QS. An-Nur: Ayat 21

Dan Allah Ta’ala berfirman :


اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوة

“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanaka 
shalat”.  QS. Al-Ma’idah: Ayat 91 


Jadi, setiap orang yang memerintahkanmu dengan kekejian dan kemungkaran, serta mencegahmu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka dia inilah setan. 

Penanya : “Sekalipun dia itu salah satu dari kedua orang tua kita ?”

Asy Syaikh : “Walaupun dia salah satu dari kedua orang tuamu. Namun, bersemangatlah untuk segera memberikan nasehat. Maka seandainya dengan perantaramu Allah memberi hidayah satu orang saja, itu lebih baik bagimu daripada onta merah (harta yang sangat berharga). Dan keumuman orang terkadang mereka memerintahkan dengan sesuatu yang dianggapnya baik sementara mereka tidak mengetahui”.

Sumber : Silsilah Liqa’atil Babil Maftuh (67)
Kajian FKDI Khusus Ikhwan

No comments:

Post a Comment