Sudah Saatnya - FKDI Indonesia

Thursday, April 27, 2017

Sudah Saatnya

Ilustrasi dari google

Pemateri : Ustadz Rully
Edisi : Kamis,  27 April 2017

Assalamu'alaikum
Bismillahirrahmanirrahim 

Yuk Mari kita baca doanya Nabi Musa
(قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي  وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي  وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي  يَفْقَهُوا قَوْلِي) 
[Surat Ta-Ha 25 - 28] 
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkan untukku urusanku, dan lepaskanlah ikatan dari lidahku, hingga ia paham perkataanku" 


Terkadang kita selalu. Menagis menyesali sesuatu yg hilang, calon Suami yang sudah hampir mengkhitbah, suami yang sholih dan keren abis, atau anak-anak yang kita cintai, harta benda yang habis terbakar, sesuatu yang sangat kita cintai keberadaannya.


Maka simaklah berikut ini 


Satu Tangisan berbeda nilai.. 

Daripada terus menangis mengingat seseorang yang telah melukai hati kita, lebih baik menangis mengingat kematian yang sudah pasti akan datang menghampiri kita. Dua tangisan, sama berurai airmata, namun berbeda nilai di mata Allah Ta'ala. 


Ayyuhal akhwati fillah 
Ikhwanifillah..

  
Kematian 

Rasulullah pernah bertanya 2 hal kepada para sahabat: 

1. Apakah sesuatu yg paling dekat dan yg paling jauh ? 
2. Siapakah Orang mukmin yg paling cerdas? 

Yang paling dekat sekaligus yang paling jauh adalah Kematian. Paling dekat karena Maut selalu berada di dekat kita, tidak tua tidak muda. Berapa banyak yang paginya masih berkumpul dgn kita siang atau sorenya sudah meninggalkan kita selamanya. Paling jauh, karena setelah memasuki kematian, tidak pernah ada orang yang kembali lagi ke rumahnya. 

“Mukmin yang paling cerdik adalah yang paling banyak mengingat mati, dan paling baik persiapannya untuk mati. Itulah orang cerdik”. (HR. Ibnu Majah).
Ayyuhal akhwati fillah yang respeknya tinggi pada sesama... In syaa ALLAH 
Kematian merupakan sebuah kemestian yang harus siap dihadapi oleh setiap orang.  
Kita tidak akan dapat melarikan diri dari al-maut, Allah ta’ala- berfirman, 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian" (QS. Al Imran:185) 

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. An-Nisa : 78) 

Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajalmu, dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya, kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu)”. Al Anam 02. 
Jika al-maut telah datang, maka ia tidak akan menangguhkan kita untuk bertaubat. Dia tidak dapat diundur walaupun hanya sedetik pun. Allah Ta’ala telah berfirman, 

“Maka apabila telah tiba waktu  bagi mereka, tidaklah mereka dapar mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula memajukannya”. (QS. An-Nahl :61) 
Jangan sampai kita termasuk orang yang menyesal dan meminta kepada Allah :“Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun sebentar saja. Niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti Rasul-Rasul….”. (QS. Ibrahim : 44) 


Astaghfirullahaladziim 


Tahukah kamu apa yang akan terjadi pada dirimu di saat kematianmu? Secara medis maka proses kematian dapat digambarkan sebagai berikut : 

0 Menit : Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen. 
1 Menit : Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin. 
3 Menit : Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir. 
4 – 5 Menit : Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut kerena kehilangan tekanan darah. 
7 – 9 Menit : Penghubung ke otak mulai mati. 
1 – 4 Jam : Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati. 
4 – 6 Jam : Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam : Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan. 
8 Jam : Suhu tubuh langsung menurun drastis. 
24 – 72 Jam : Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. 
36 – 48 Jam : Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina. 
3 – 5 Hari : Pembusukan mengakibatkan luka, darah menetes keluar dari mulut dan hidung. 
tubuh telah ditumbuhi ulat dan cacing, mengoyak kafan,  memakan daging, masuk ke dalam tulang, mencerai-beraikan anggota tubuh, merobek sendi-sendi, melelehkan biji mata dan pipi. 
8 – 10 Hari : Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah. 
Beberapa Minggu : Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas. 

Satu Bulan : Kulit mulai mencair. 

Satu Tahun : Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang belulang yang menyedihkan. apa lagi yg mau disombongkan sebenarnya?  rumah yang megah,  pakaian yang indah, aroma wewangianmu, para pembantumu, dan keluagamu? 

“Perbanyaklah kalian mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian”. [HR. At-Tirmidziy]
Astaghfirullahaladziim 
Kematian membuat hati besedih, menjadikan mata menangis, perpisahan dengan orang-orang tercinta, penghilang segala kenikmatan dunia, pemutus segala angan-angan. 

Apakah engkau merasa diperingatkan dan dinasehati olehnya, ketika ia mengambil dan mencabut kenikamatan-kenikmatan itu; 


Inilah kita 
Sudah Saatnya 

Kita bertaubat untuk sesali diri 
Dahsyatnya kematian tak bisa ditunda sedikitpun 
Persiapan menghadapi mati 

Karena kematian adalah hak dan kepastian, maka seorang mukmin tidak sepantasnya untuk menjadikan dunia sebagai tempat tinggal dan merasa tenang di dalamnya. sepatutnya dia di dalam dunia ini bagaikan orang yang sedang melakukan perjalanan. “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang pengembara”. 


Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhuma- berkata, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi.  Apabila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, dan masa hidupmu sebelum matimu”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih)
Boleh jadi tidur kita malam ini malam terakhirmu di dunia; engkau tidak bangun lagi setelahnya, dan ketika bangun tahu-tahu engkau telah berada di dalam kubur. 

Mengharap umurmu masih panjang, ternyata kematian sudah berada di ambang pintu. Janganlah merasa cukup dengan kebaikan yang ada pada dirimu dan merasa ujub dengannya.


Astaghfirullahaladziim 


Persiapkanlah dirimu dalam menghadapinya. 
Perbanyak  bekalmu, karena perjalanan masihlah panjang. 
Janganlah engkau terlena dengan angan-angan yang kosong lagi menipu. 
Selayaknya kita bersiap-siap selagi masih berada di dunia ini. 


Siapkanlah bekal aqidah, iman, ibadah, dan akhlaq yang baik, didasari ilmu wahyu dari Al-Qur’an, dan sunnah. Itulah yang akan mempermudah jalan kita di alam kubur, dan padang mahsyar.

Para sahabat tidak begitu saja mengandalkan amal perbuatan mereka,  mereka senantiasa merasa khawatir jangan sampai apa yang mereka lakukan itu masih belum diterima oleh Allah, sehingga terus merasa kurang dalam beramal dan tak henti-hentinya memohon ampunan kepada Allah.                        
Kita terkadang melewati suatu kuburan atau makam cueeek aja                        
Melihat yg sedang sekarat terlindas kendaraan kita tak takut membayangkannya                        
Seolah olah itu takkan terjadi pada kita...  
                      
Tatkala Abu Hurairah berada di ambang kematian,  beliau menangis. Orang-orang bertanya, “apa yang membuatmu menangis? Beliau menjawab : “jauhnya perjalanan, sedikitnya perbekalan dan banyaknya rintangan yang menghalang. Sementara saya tidak tahu akan dimasukkan ke neraka ataukah ke surga”.    
                    
Wahai saudaruku,

Apa yang telah kita kerjakan untuk mengisi hari ini? Berapa banyak hari yang berlalu, berapa umur yang telah kita lewati? Namun sedikit di antara kita yang menghitung diri. Kebanyakan kita membiarkan hari-harinya lewat, sedang dia tenggelam di dalam lautan kelalaian dan gelombang panjang angan-angan.

Perhatikanlah matahari yang terbit dan tenggelam. Sudahkah engkau renungkan hari yang kau lalaikan? Tanyakanlah, apa yang sudah engkau persembahkan untuk menyambut hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak? Amat banyak manusia yang tidak memiliki perhatian terhadap berlalunya waktu, padahal nafasmu wahai anak Adam sesuatu yang dihitung dan tertulis.

Seandainya kita mati kita dibiarkan begitu saja sungguh kematian adalah perkara yang menyenangkan, Namun ternyata apabila kita mati, kita akan dibangkitkan dan akan ditanya tentang segala sesuatu.                        
Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Tak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanyai tentang umurnya dimana ia habiskan; tentang ilmunya dalam perkara apa ia gunakan; hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia infaqkan; dan tentang jasadnya dimana ia gunakan”. [HR. At-Tirmidziy]    
                    
Janganlah kita termasuk orang yang meminta kepada Allah “Ya Rabbku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal yang shalih terhadap apa yang aku tinggalkan”

Maka kita akan mendapatkan jawaban, “Sekali-sekali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan” (QS. Al Mu’minun:99-100)

 “Bukankah ayat-ayatku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?” (QS. Al Mukminun :105)   
                     
Ayyuhal akhwati fillah                        
Semoga ini menjadi Renungan kita bersama..
                        
 الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ

“Kebenaran itu datang dari Rabb mu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu.” (Q.S Al-Baqarah : 147)                        
              
Barakallahulakum


Sumber Kajian FKDI Khusus Ikhwan

No comments:

Post a Comment