SELALU ADA JALAN KELUAR - FKDI Indonesia

Wednesday, April 26, 2017

SELALU ADA JALAN KELUAR

Ilustrasi dari google

Pemateri : Ust. Abu Thalhah
RABU, 26-04-2017
                                                                                                               
Bismillah

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
أَمَّا بَعْدُ


Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kita, sholawat dan salam selalu tercurah ke qudwah hasanah kita rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam beserta keluarga, para sahabat, tabiin dan umat nya hingga akhir zaman Amma ba'du

Silahkan buka mushaf qur'an nya...surah an najm 42-44

(42). وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنْتَهَىٰ
dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
(43). وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ
dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
(44). وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا
dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

SELALU ADA JALAN KELUAR  [Syaikh DR.Aidh Bin Abdullah Al Qarni]

Wahai yang berkeluh tentang banyak urusan. Lalu menjalani hidup serasa dalam kurungan. Sementara air matanya terus mengalir karena sedih. Sesungguhnya dalam pakaian Yusuf alaihissalam terdapat obat yang menyembuhkan kebutaan dua mata Ya'kub alaihissalam. Sesungguhnya dalam air dingin yang diguyur kesekujur tubuh, adalah kesembuhan bagi penyakit yang di derita Ya'kub alaihissalam.

Untuk rasa sakit, ada kesembuhan. Untuk penyakit, ada obat. Untuk haus, ada air. Untuk kesulitan, ada kelapangan. Dalam kesempitan, ada kebahagiaan. Dalam gelap, pasti akan ada cahaya terang. Api yang menghimpit Ibrahim Al Khalil, bisa menjadi mudah dan dingin. Lautan di hadapan Musa alaihissalam bisa terbelah dan digunakan untuk berjalan. Yunus Bin Matta alaihissalam, akhirnya keluar dari tiga gulita, karena kasih sayang Allah Al Jaliil (Yang Maha Mulia ). Rasulullah Al Mukhtar ( yang Terpilih ) pernah berada di dalam gua, dikelilingi oleh para kuffar. Hingga berkata Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu anhu, "Sesungguhnya orang-orang kafir hanya berjarak beberapa jengkal. Kami khawatir bila terjadi kehancuran"Berkata Rasul sang pemilik keyakinan dengan penuh ketegasan, "Sesungguhnya Allah bersama kita. Dia mendengarkan kita. Dia melindungi kita. Sebagaimana Dia telah menghimpun kita".

Katakanlah kepada orang yang tenggelam dalam putus asa dan telah terjatuh. Kepada orang yang telah patah arang dan terpuruk. Kepada orang yang ternodai pemahamannya dalam masalah taqdir. Bekerjalah dan beramallah, sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta'ala justru menurunkan hujan setelah manusia putus ada terhadap hujan.

Adalah Bilal pernah terkapar di atas tanah tandus, tapi dialah yang kemudian menaiki Ka'bah Baitullah untuk mengumandangkan seruan adzan. Dialah yang memperdengarkan bumi dengan suara langit. Adalah Yusuf alaihissalam pernah lama terpenjara di balik jeruji besi. Tapi kemudian ia bisa menjadi seorang Raja Mesir setelah Al Aziz. Adalah Umar Bin Khattab radhiyallahu 'anhu seorang penggembala kambing di Mekkah. Lalu dialah orang yang bisa menebarkan keadilan dalam masa kekuasaannya. Lalu namanya terpahat di baju besi. Lalu dia yang memotong tali pelanggaran. Lalu dia yang suaranya menggelegar menghentak penguasa tiran.

Siapapun yang melazimkan istighfar, maka Allah subhaanahu wa ta'ala akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesulitannya. Allah subhaanahu wa ta'ala yang akan memberinya jalan penyesalan terhadap setiap kegundahannya. Laa HAULA Wa Laa Quwwata Illa Billah, tidak ada daya dan upaya kecuali Allah subhaanahu wa ta'ala.

Dengan kalimat itu, segala beban mampu terpikul, semua kengerian bisa terlewati, seluruh keadaan bisa lebih baik, lebih melapangkan pikiran dan menambahkan rasa ridho kepada Allah Al Jalal.
Beritakanlah kegembiraan kepada malam, dengan datangnya waktu subuh yang menyapu gelap dari puncak gunung-gunung. Beritakanlah kegembiraan kepada musim semi dengan turunnya limpahan air hujan hingga air itu masuk ke sela-sela pasir. Beritakanlah kegembiraan kepada orang faqir dengan harta yang bisa mengusir kematian.

Allah subhaanahu wa ta'ala pasti akan menciptakan kemudahan setelah kesulitan.
Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya pasti ada keadaan lain yang Allah berikan setelah kesulitan? Allah subhaanahu wa ta'ala yang mematahkan tali pengikat orang-orang yang terpenjara di jeruji para penguasa otoriter. Allah subhaanahu wa ta'ala yang akan menghapus air mata anak-anak yatim.

Apakah engkau pernah melihat orang faqir yang selamanya tidak mempunyai uang dan tidak bisa memenuhi kebutuhannya?
Apakah engkau mendapati seorang tahanan selamanya berada di dalam penjara yang gelap?
Tidak ada bencana yang terus menerus terjadi. Karena di sana ada Allah subhaanahu wa ta'ala Yang Maha Sendiri dan satu-satunya Tempat Meminta.

Ketahuilah, di setiap kesulitan itu ada jeda. Di setiap kebutuhan itu ada pertolongan. Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta'ala menghilangkan bencana dengan ketulusan do'a dan kebersihan harapan. Ketahuilah, himpitan dan kesulitan itu menghilangkan kesombongan dan terus menerus mendorong kepada dzikir, syukur dan kewaspadaan berpikir. Maka tenangkanlah hatimu jika kegalauan menerpamu. Lapangkanlah dadamu jika kesulitan menyerangmu. Jangan putus asa terhadap apa yang telah terjadi dan telah hancur. Ketahuilah, karena tidak ada sesuatu yang abadi selama alam semesta ini berputar.

Semoga kesulitan menjadi lebih ringan bagimu, dan musibah bisa memberikan kebaikan untukmu. Jika hidupmu telah terhimpit dan tak ada lagi alasan yang bisa engkau angkat. Kembalilah kepada Allah subhaanahu qa ta'ala. Ketahuilah bahwa kesulitan tak pernah berlangsung terus menerus. Allah subhaanahu wa ta'ala pasti memandangmu dengan pandangan kasih dan sayang. Karena dunia ini tidak berada dalam satu keadaan. Karena dunia ini berwarna-warni dan beragam bentuknya. Tidak ada kengerian yang tak pernah selesai. Belenggu akan terbuka dan ikatan akan terlepas. Bersabarlah, berdo'alah dan nantikanlah jalan keluar dari Allah subhaanahu wa ta'ala. Ketahuilah, sesungguhnya kesulitan itu akan mampu membuka kejernihan telinga dan mata, serta menajamkan pikiran.

Kesulitan bisa memberi hikmah dan pelajaran. Kesulitan mengajarkan kemampuan untuk memikul beban dan bertahan. Kesulitan menghapuskan dosa. Kesulitan memperbanyak pahala. Maka, mintalah perlindungan dan pertolongan Allah subhaanahu wa ta'ala. Setiap musibah itu mempunyai tujuan. Berapa kali kita merasa takut, lalu kita berdo'a dan meminta kepada Allah subhaanahu wa ta'ala. Kemudian Allah subhaanahu wa ta'ala menyelamatkan dan melindungi kita. Berapa kali kita di lilit lapar, lalu Allah memberi makan dan minum untuk kita. Berapa kali kita diterpa kebimbangan dan keresahan, lalu Allah memberikan kebahagiaan dan kesenangan. Berapa kali kita terjerat dan kita hampir terjatuh dalam kehancuran. Kemudian Allah subhaanahu wa ta'ala memberikan jalan untuk bangkit dan berjalan.

Ketahuilah, engkau berhubungan dengan Yang Maha Lembut terhadap hamba-Nya. Yang Terkenal dengan Pemberiannya. Yang Maha Meberi untuk kebahagiaan hamba-Nya.Yang Maha Kuasa atas segala keinginan-Nya.

Kajian FKDI Khusus Ikhwan

No comments:

Post a Comment