TAHAPAN TAARUF - FKDI Indonesia

Wednesday, February 15, 2017

TAHAPAN TAARUF


*TAHAPAN TAARUF*

```PRA TA'ARUF```

a). Luruskan Niat
Apa niatmu untuk menikah? Menjaga kesucian diri, memperbaiki ibadah kepada Allah, membahagiakan orang tua, membangun keluarga dakwah penuh berkah, atau apa lagi?

b). Persiapkan Diri
Ilmu agama, ilmu berumah tangga, fisik, mental, finansial, sosial.

c). Sampaikan Maksud dan Minta Izin Orang Tua
Sampaikan niat menikahmu. Sampaikan rencanamu. Minta izin. Minta nasihat dan minta masukan akan kriteria sosok yg kelak akan jadi pasanganmu.

Jelaskan usahamu selama ini mempersiapkan dan memantaskan diri.

Jangan lupa minta doa kedua orang tua agar proses menjemput jodohmu berlangsung berkah dan dimudahkan. .

d). Membuat Biodata

e) . Menentukan Kriteria Calon Terbaik

f) Meminta bantuan perantara

```PROSES TA'ARUF```

a) Bertukar biodata
Ajukan biodata ke perantara. Nanti perantara akan membantu pertukaran biodata. Biodata sebagai proses pengenalan awal dan tahap penilaian awal (tentunya dengan istikharah) apakah lanjut atau tidak.

b) Ta'aruf Via Grup Chat atau Email
Setelah bertukar biodata. Mungkin kamu ingin menanyakan beberapa hal penting terkait dirinya, karakternya, kebiasaannya, visi misi hidupnya, keluarganya dll. Dia juga ada beberapa pertanyaan. Tanya jawab ini bisa via email dengan cc ke perantara, atau grup WA yang beranggotakan kamu dia dan perantara.

c) Ta'aruf via Pertemuan Langsung.

Banyak hal yg bisa ditanyakan dan bisa dilihat dengan bertemu langsung ditemani perantara. .

```PASCA TA'ARUF```

a) Proses Musyawarah dengan Ortu dan ustadz/ustadzah

b) Proses istikharah

c) Proses silaturahim debgan keluarganya dan Antar Keluarga.

d) Khitbah/ Lamaran

e) Persiapan Akad dan Walimah


```NB: Proses ta'aruf sampai dengan khitbah sebaiknya dirahasiakan. “Rahasiakan pinangan, umumkanlah pernikahan." (HR Thabrani).```

Ta’aruf hanya dilakukan oleh yg memiliki kesiapan menikah (salah satunya restu orang tua untuk segera menikah)

Sehingga prosesi ta’aruf yg ia lakukan tidak menjadi hal yang sia-sia bahkan PHP.

Jadi sebelum ta'ruf, ikhwan dan akhwat komunikasi dahulu ke orang tua. Jangan sampai sudah ta'aruf bahkan sudah cocok, orang tua belum tahu kamu mau nikah. Sehingga saat kamu kenalkan calon ke ortu, mereka
Kaget dan ga setuju kamu menikah segera. .

Saat komunikasi dan minta restu untuk proses menikah ke orang tua, kamu juga bisa tanyakan..Sosok menantu seperti apa yg diharapkan. Apa yang ga boleh ada pada dirinya... Hal ini (selama ga bertentangan syariat), bisa jadikan bahan masukan.


Ta'aruf itu bener-bener kenalan. Dgn cara yg terjaga, bukan membahayakan kehormatan dgn berdua-duaan. So,saat bertemu dan taaruf itu kudu didampingi keluarga atau ustadz/ah atau orang yg dipercaya.

Ta'aruf itu kamu dan dia bisa saling mengukur, saling menilai, saling bertanya. Sehingga mendapat gambaran sosok seperti apa si dia. Apakah sesuai dgn krtieria harapanmu? Apakah pantas untuk kau bawa dalam doa istikharahmu?

Di awal ta’aruf, kalau kalian belum saling mengenal. Boleh saling bertukar biodata. Ini untuk memudahkan saat bertemu, sudah ada gambaran sosoknya.

Ketika bertemu, kamu dan dia juga boleh saling mempresentasikan tentang diri, latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan, visi misi hidup, visi berumah tangga dan lainnya.

Dalam ta'aruf, kamu memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara detail kepada calon pasangannya, seperti kebiasaan-kebiasaan, sifat, penyakit dan sebagainya.

Ingat ya sahabat. Kurangi baper. Dalam berta’aruf jangan terburu-buru menjatuhkan cinta, akan tetapi dalamilah pribadinya. Karena dia yg ta'aruf denganmu ini belum tentu jodohmu. Ga asik kalau hati penyok karena cinta datang belum pada waktunya.

Jika dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak telah merasa saling cocok, maka dapat dilakukan proses istikharah dan musyawarah dengan orang tua dan atau ustadz/ah juga yang dipercaya


Edisi : Rabu, 7 Februari 2017
Pemateri : Ustadz Arif Rahman Lubis

No comments:

Post a Comment