Membongkar kebohongan ilmu metafisika dan tenaga dalam - FKDI Indonesia

Saturday, February 4, 2017

Membongkar kebohongan ilmu metafisika dan tenaga dalam


*Membongkar kebohongan ilmu metafisika dan tenaga dalam*


Tekhnik PENGISIAN energi Tenaga Dalam pada benda mati atau hidup (manusia/hewan)  tidak ada bedanya dengan cara paranormal yang mengisi jimat, cincin, keris dengan khodam jin. Cara Tenaga Dalam hanya terkesan lebih modern saja namun esensinya sama, sebab tujuan dari mengisi/transfer energi Tenaga Dalam tentu punya niat agar benda yang diisi punya kesaktian dan kemampuan tertentu yang bisa menolak balak atau mempermudah urusan yang kesimpulannya transfer energi Tenaga dalam/ adalah menjadikan benda mati (batu, gelang dll) yang dipakai sebagai jimat yang masuk dalam ketegori syirik. Sebagaimana Rasulullah bersabda :“Barangsiapa menggantungkan jimat ia telah berbuat syirik.” (HR. Imam Ahmad, Al-Hakim dan Abu Ya’la).

Jika para guru TD/TM mentransfer/ mengisi anak muridnya maka guru tersebut telah membuat anak muridnya sebagai “jimat hidup”. Orang yang menerima transferan energi dalam dirinya atau memakai benda yang sudah diisi dengan energi TD/TM maka Allah tidak akan menyempurnakan hidupnya dan hidup mereka tidak akan tentram!

Rasulullah telah bersabda, ” Barangsiapa menggantungkan (memakai) jimat Allah tidak akan menyempurnakannya (yakni tidak akan menjauhkannya dari musibah) dan barangsiapa menggantungkan tumbal (sejenis jimat untuk menenteramkan perasaan) Allah tidak akan membiarkannya hidup tenteram.”(HR. Imam Ahmad)

Kesalahan Berpikir Tentang Pemusatan Energy dalam Tubuh

Semua benda termasuk tubuh manusia terdiri dari atom atom. Di dalam atom terdapat proton neutron (inti atom ) yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Atom Atom tersusun menurut susunan tertentu dalam ikatan atom atau ikatan ion. sedangkan inti atom yang terdiri dari beberapa proton terikat erat dalam energi ikatan inti (nukleon=nuklir).

Menurut klaim praktisi tenaga dalam, energi yang tersimpan dalam atom atom yang menyusun tubuh manusia ini bisa diaktifkan dikonsentrasikan dan di olah sedemikian rupa sehingga menjadi energy metafisis yang dapat digunakan sebagai,pukulan jarak jauh, energi prana, bioenergy, energy chi dan macam macam istilah lainnya. Seperti itu biasanya penjelasan ilmiah mereka. Mereka memberikan contoh, orang bisa lebih sehat dan bugar dengan mengaktifkan energy tadi kemudian menyalurkannya ke seluruh tubuh. Benarkah demikian? Tentu saja salah kaprah.

Penjelasan pertama adalah energy nuklir sebagaimana pernah diekplorasi dan didemonstrasikan pada peristiwa bom nuklir Heroshima dan Nagasaki, sedangkan masalah kebugaran tadi adalah proses sugesti otak. (tidak ada hubungannya dengan energy dari atom atom dalam tubuh.). Energy atom diperoleh dengan kompensasi perubahan komposisi atom dari uranium menjadi timbal, sedangkan proses sugesti otak tidak memerlukan perubahan fisik apapun. Orang yang berpikir bahwa dirinya sehat, tubuhnya akan terstimulasi melalui saraf dan cenderung lebih cepat pulih pada kondisi normalnya. sebaliknya orang yang berpikir bahwa dirinya sakit, otaknya akan memberikan stimulus negatif ke seluruh organ tubuh sehingga cenderung  menurun kinerjanya .


By : Ustadzah Nimas
Edisi : Senin, 30 Januari 2017

No comments:

Post a Comment