FIRASAT MIMPI - FKDI Indonesia

Wednesday, February 15, 2017

FIRASAT MIMPI


*FIRASAT MIMPI*

```Dari Abu Sa’id Al Khurdi r.a berkata : Rosulullahi SAW bersabda : “Takutilah pada firasat orang mukmin karena sesungguhnya dia melihat dengan cahaya Allah”. Lalu beliau membaca “ Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda (al Hijr 75). Abu isa berkata : hadits ini Ghorib …..(Sunan Al Tirmidzi, Kitab Tafsir Al Quran 3052)```

Contoh : ada seorang ustadz yang merasa tidak enak hati dan akhirnya tidak mengizinkan istrinya pergi bersama rombongan keluar kota menghadiri undangan pernikahan.

Ternyata saat berangkat, si sopir mengantuk dan akhirnya mobil tercebur ke sungai. Meski semua penumpang selamat, namun kejadian tersebut membawa hikmah bagi keluarga peruqyah tersebut.

```dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian. Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah ‘azza wa jalla, mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah.”(Muttafaq ‘alaih)```

_Jenis2 Mimpi:_

a. Mimpi baik dan benar dari Allah
b. Mimpi buruk dari syetan
c.Mimpi biasa sebagai bunga tidur

_Mimpi yang benar:_
a. Mimpinya orang sholeh
b. Mimpi di sepertiga malam
c. Mimpi setelah melaksanakan adab tidur (wudhu dan doa dan sunnah2 seperti membaca 3 Qul)
d. Mimpi setelah sholat Tahajud dan/atau Istikhoroh

```Dalam riwayat Al-Imam Muslim
“Jika dia melihat mimpi yang baik, maka hendaklah dia bergembira dan jangan dia ceritakan kecuali kepada orang yang dicintainya.```

```Al-Imam Muslim juga meriwayatkan dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang tidak disukainya, maka hendaklah dia meludah ke kiri tiga kali, dan mohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan tiga kali, kemudian dia mengganti posisi tidurnya.”```

_Kaidah dan Adab Mimpi:_

Apabila bermimpi Baik :
a. Memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala karena mendapatkannya.
b. Bergembira dengan mimpi itu.
c. Menceritakannya hanya kepada yang dia cintai.
d. Menafsirkannya dengan tafsir yang baik dan tepat, karena mimpi itu terjadi sesuai dengan apa yang ditafsirkan.

_Sedangkan jika seseorang bermimpi buruk:_
"a. Isti’adzah dari syaithan tiga kali (mengucapkan: A’udzu billahi minasy-Syaithanirrajiim, artinya saya berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk).
b. Meludah ke kiri tiga kali.
c. Mengganti posisi tidur.
d. Menegakkan shalat.
e.Tidak menceritakannya kepada siapapun, kecuali pada orang yang dicintai atau orang sholeh yang ahli takwil
f. Hanya menafsirkan dengan yang baik-baik saja

 ```Rasulallah shalallahu'alaihi wassalam bersabda: Mimpi itu berada di kaki burung (mengambang), selama tidak ditafsirkan, jika ditafsirkan, bisa jadi mimpi itu akan terjadi (HR Ibnu Majah, Shohih)```

A. Mimpi Bertemu orang yang yang sudah meninggal :
Kita bisa bertemu dengan orang yang sudah meninggal
a. Namun syetan bisa meniru/menyamar sebagai orang yang telah meninggal
b. Jika terjadi sesekali, maka bisa jadi itu benar, khususnya jika dalam mimpi tsb, si arwah menyampaikan ada hutang2 yang belum terlunasi.

B. _Mimpi bertemu Nabi_

1. Wajah dan Ciri2 fisiknya harus sama persis dengan yang ada di hadits2, bukan hanya lafadz

2. Beliau mengaku langsung “Ana Muhammad Rosulullah, bukan pengakuan dari orang lain dalam mimpitsb(misal mengaku sebagai sahabat Nabi, wali dll)

3. Tidak berpesan/berwasiat ajaran2 baru atau bahkan bertentangan dengan syariat./


Edisi : 6 Februari 2017
Pemateri : Ustadzah Nimas

No comments:

Post a Comment