Ruqyah Syariyyah dan Ruqyah Gadungan (Syirkiyyah) - FKDI Indonesia

Friday, January 20, 2017

Ruqyah Syariyyah dan Ruqyah Gadungan (Syirkiyyah)


*Ruqyah Syariyyah dan Ruqyah Gadungan (Syirkiyyah)*

Telaah Kritis Praktek Pengobatan Ruqyah Syariyyah Sesuai Tuntunan
Rasulullah dan Praktek Pengobatan Ruqyah Syirkiyyah Ala Dukun dan
Paranormal.

Diantara _opini_ masyarakat yang harus diluruskan adalah pemahaman mereka tentang ruqyah. Seiring dengan gencarnya berbagai pihak dalam mensosialisasikan ruqyah di tengah masyarakat dewasa ini, akhirnya ruqyah menjadi kalimat yang mulai membumi dan dikenal masyarakat.

Banyak masyarakat Islam di negeri kita ini khususnya, ketika mendengar atau mengetahui bahwa ada praktik pengobatan dengan metode ruqyah, mereka langsung memahami bahwa praktik pengobatan tersebut syar'i atau Islami. Padahal tidak semua ruqyah itu Islami, begitu juga tidak semua praktik pengobatan holistik yang Islamiyah. Karena ruqyah sendiri ada dua macam.

Ada *ruqyah syariyyah* yaitu ruqyah yang sesuai dengan syari'at Islam dan ada juga *ruqyah syirkiyyah* yaitu ruqyah yang mengandung syirik dan diharamkan oleh Islam.

PENYIMPANGAN DALAM PRAKTEK RUQYAH DEWASA INI

Adapun bentuk-bentuk penyimpangan dalam praktek ruqyah dewasa ini yang harus kita waspadai agar tidak tertipu dan malah ikut-ikutan tersesat adalah sebagai berikut:

1. Peruqyah memegang tubuh seorang yang bukan muhrimnya secara langsung hingga saling bersentuhan kulit tanpa ada perantara sedikitpun (tanpa memakai media kayu, atau sarung tangan yang tebal pada saat darurat yang menyebabkan peruqyah terpaksa menyentuh atau tersentuh tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung).

2. Peruqyah hanya mata pasien, tanpa membaca bacaan ruqyah.

3. Peruqyah hanya memijit-mijit badan pasien tanpa mengucapkan bacaan ruqyah.

4. Peruqyah hanya mencaci jin, dan enggan untuk membaca do'a- do'a Istiadzah.

5. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi dicampur dengan bacaan yang tidak jelas maknanya.

6. Peruqyah melafazhkan bacaan ruqyah tapi dicampur dengan mantra syirik.

7. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga menggunakan jimat sebagai alat pengobatan.

8. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi dibolak-balik kalimatnya atau hanya komat-kamit.

9. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi juga menggunakan media lain untuk memindahkan penyakit atau meminta syarat tertentu yang tidak sesuai syari'at.

10.Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga melakukan penerawangan dan menebak-nebak perkara yang sifatnya ghaib atau langsung memvonis ada atau tidak adanya jin pada pasien.

11.Peruqyah membaca ruqyah tapi mengaku bisa mengobati pasien dari jarak jauh.

12.Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi mengaku bisa melihat jin dan menangkapnya.

13.Peruqyah membaca bacaan ruqyah seraya melakukan jurus-jurus pernapasan tenaga dalam tertentu.

14.Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi menggunakan mediator orang lain agar kesurupan kemudian melakukan proses pengobatan.

PENGERTIAN RUQYAH SYIRKIYYAH

Ruqyah Syirkiyyah ialah bacaan mantra-mantra, pengagungan dan penyebutan setan, orang-orang shalih, penghormatan pada bintang-bintang, malaikat atau pun prilaku-prilaku pada saat ruqyah yang mengandung dosa syirik, bid'ah, atau khurafat. Ruqyah semacam ini dilarang dalam syari'ah. ```Sebagaimana Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya mantra-mantra, jimat, dan guna-guna adalah syirik.” (HR.Abu Dawud dan Ahmad).```

CIRI-CIRI PERDUKUNAN

Perdukunan telah merasuk dalam masyarakat Islam, sehingga batas antara kebenaran dan kebathilan menjadi samar. Karena banyak ilmu-ilmu perdukunan (kahanah) dikemas dengan kemasan agamis dan modernis, sehingga masyarakat Islam banyak yang tertipu oleh para dukun dan paranormal.

Adapun ciri-ciri perdukunan (Kahanah) dan peramalan (Iraafah) yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang mengaku punya ilmu ghoib atau ilmu metafisika adalah sebagai berikut:

1. Mensakralkan mantra-mantra selain kalimat-kalimat Allah dengan bahasa Arab atau yang lainnya dengan syarat-syarat tertentu sebagai taqarrub kepada thaghut yang disembah dan dimintai pertolongan. Misalnya : sesaji, penyembelihan binatang, puasa mutih, puasa ngebleng, puasa pati geni dan sebagainya.

2. Menghinakan Al Qur'an atau kalimah thayyibah dengan membacanya dari belakang, menguranginya, menambahnya, mengubahnya atau membacanya di tempat najis dengan telanjang.

3. Ada lafal-lafal yang tidak jelas maknanya, atau tidak hubungannya satu sama lainnya.

4. Ada nama-nama thaghut yang diagungkan, atau nama-nama syaithan yang dijadikan wasilah kepada Allah.

5. Dengan membayangkan simbol-simbol tertentu atau dibarengi dengan gerakan tertentu.

6. Dengan membayangkan seolah-olah melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Misalnya : membaca satu ayat dari surat Yusuf dengan hitungan tertentu untuk melakukan sihir mahabbah kepada seorang gadis cantik, agar bisa jadi pacarnya. Maka ia saat membaca Lii saajidiin, ia membayangkan gadis itu tunduk kepadanya.

7. Ada permohonan kepada selain Allah untuk menyelesaikan hajatnya, atau untuk membentengi dirinya, atau untuk menolak serangan sihir.

8. Mengirimkan Al Fatihah kepada orang mati dengan keyakinan arwahnya akan datang kepadanya, kemudian arwah itu dimintai tolong untuk membantu urusannya.

9. Ada juga dengan cara menulis mantra-mantra di kertas kemudian itu dibakar, abunya dimasukkan ke dalam segelas air untuk diminum.

10. Ada juga dengan menulis mantra-mantra syirik kemudian dijadikan azimat yang diyakini untuk penangkal bala atau untuk mendatangkan manfaat.

11. Bertanya namanya, nama ayahnya dan nama ibunya untuk dimanterai.

12. Meminta salah satu benda penderita (foto, kain, saputangan, peci, baju, dan sebagainya) sebagai syarat ritual atau deteksi.

PENJAGAAN DARI SIHIR

Jagalah diri kita maupun keluarga dari sihir, maka pada penjelasan berikut ini
akan kita jelaskan hizib (amalan rutin) sebagai benteng dan perisai mukmin:

1. Tegakkan Shalat Lima Waktu Dengan Berjamaah! Usahakan Berjamaah Di
Masjid. ```Dari Abu Darda ra Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda
: ”Tidaklah tiga orang di suatu desa atau perkampungan tidak didirikan shalat diantara mereka kecuali setan akan menguasai mereka. Maka kamu harus berjama'ah karena serigala hanya memangsa kambing liar”(HR.Abu Daud).```

2. Setelah Shalat Subuh dan Maghrib Membaca Doa:
»Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan 2 ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah.

» Membaca kalimat kepasrahan hati kepada Allah sebanyak 7 kali:
“Cukuplah Allah bagi kami dan dia sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik
pelindung, sebaik penolong.“

» Membaca kalimat tauhid sebagai perisai diri :
“Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata ,tidak ada
sekutu bagi-Nya, bagi-Nya seluruh kekuasaan dan segala pujian, dan Dia
maha Kuasa Atas Segala sesuatu” (110x)

»Berlindung dari segala mara bahaya:
“Dengan nama Allah Yang karena bersama nama-Nya tidak ada sesuatu
apapun dilangit atau di bumi mampu mendatangkan bahaya, dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(3X)

» Berlindung dari segala bentuk syirik:
“Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan
sesuatu yang kami tahu dengan-Mu, dan kami mohon ampunan kepada-Mu terhadap yang kami tidak mengetahui.”(3X)

» Berlindung dari segala kejahatan:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan” (3X)

3. Sebelum Tidur Malam, Lakukanlah Persiapan yang Baik:

»Berwudhu dengan sebagus-bagusnya.

» Shalat witir 3 rakaat.

» Bersihkan tempat tidur dengan kain atau alat pembersih lainnya,sebelum
anda naik ketempat tidur.

»Bacalah ayat Kursi dan dua ayat akhir Al-Baqarah.

»Kumpulkanlah kedua telapak tanganmu didepan mulut, bacakan Surat AlIkhlas, An nas, dan Al-Falaq, lalu tiupkan dan usapkan ke seluruh tubuh
anda.Lakukan hal ini sebanyak tiga kali.

» Bacalah doa sebelum tidur:
“Dengan Nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan Nama-Mu aku mati”

» Berniatlah untuk bangun malam dan melakukan shalat lail atau tahajjud.

4. Saat Bangun Tidur, Usaplah Wajah Anda Dengan Kedua Telapak Tangan dan Bacalah Do’a:
“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kita setelah kita dimatikan,dan kepada-Nya kita kembali.”

5. Makanlah Tujuh Korma ‘Ajwah (Korma Madinah) Setiap Hari.
```Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: ”Barangsiapa sarapan pagi dengan tujuh biji korma `ajwah, maka pada hari itu tidak ada racun ataupun sihir yang dapat membahayakan.”(HR.Bukhori Muslim)```

6. Selalu Dalam Keadaan Wudhu.

Sesungguhnya sihir tidak akan berpengaruh terhadap orang yang selalu berwudhu karena selalu dijaga malaikat utusan Allah. ```Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:”Sucikanlah jasad ini niscaya Allah akan mensucikan kalian, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba tidur malam dalam keadaan suci kecuali akan bermalam bersamanya malaikat dibenda yang melekat padanya;tidaklah ia bergerak sesaat diwaktu malam
kecuali (malaikat) mendo'akan: ”Ya Allah,ampunilah hamba-Mu karena dia tidur dalam keadaan suci.”```

7. Jadikan Penjaga Kesucian lahir Anda Dengan Wudhu dan Kesucian Bathin
Dengan Menghindari yang Haram, Dari Makanan, Minuman, Harta,
Ucapan, Perilaku Sikap Atau Perangai.

Edisi : 9 Januari 2017
Pemateri : Ustadzah Nimas (Sunarwidhi S,Pd)

No comments:

Post a Comment