Jangan Karena Urusan Duniawi Kita Tinggalkan Kebaikan - FKDI Indonesia

Friday, January 20, 2017

Jangan Karena Urusan Duniawi Kita Tinggalkan Kebaikan


*Jangan Karena Urusan Duniawi Kita Tinggalkan Kebaikan*

Terkadang kebaikan harus ditinggalkan hanya karena urusan duniawi seperti pekerjaan dengan seribu alasan. Kebaikan bukan hanya sebuah identitas bagi Antum untuk menunjukkan bahwa Antum adalah seorang muslim. Tetapi kebaikan adalah suatu bentuk ketaatan Antum kepada Allah Subhanah .

Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita. Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran untuk saling memperbaiki.

Ikhwah tercinta, Allah tidak semata-mata menurunkan perintah berbuat baik kepada kita tanpa ada hikmah dibalik semuanya.
Maha benar apa yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an : ```“Barangsiapa yang Allah kehendaki akan memberinya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya (memeluk agama) islam dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikannya dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki gunung…..” (QS. Al-An’am : 125).```

Juga dalam ayat lain : ```"Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk pada orang yang dikehendaki-Nya & Allah Maha Mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qashash 56).```

Betapa mahalnya sebuah hidayah. Mempertahankan keistiqamahan hidayah membutuhkan perjuangan yang panjang & menguras airmata. Begitu pula bagi seorang muslim yang telah berkomitmen menjadikan islam sebagai jalan hidupnya. Hendaknya memasukinya secara kaffah & sungguh-sungguh.

Sesungguhnya gemerlap duniawi yang membuat seorang muslim menanggalkan kebaikan merupakan godaan musuh-musuh islam yang menginginkan seorang muslim itu hancur, selanjutnya jika seorang muslim sudah hancur dan terenggut imannya, sangat berpotensi menular pada orang sekitarnya.

Maka, sudah selayaknya kita sebagai umat muslim melepaskan belenggu perbudakan dunia yang tersembunyi dibalik keburukan. Sudah sepantasnya pula kita memerdekakan diri dari penjajahan mode yang memancing umat Islam berlomba-lomba tampil secara lahiriyah, tetapi lupa untuk menampilkan batiniyah.

*Closing statement* : Ikhwah... sayang jika sebuah hidayah yang sangat berharga itu hilang begitu saja hanya karena kepentingan duniawi.  Sepertinya halnya pekerjaan atau yang lainnya.  Banyak jalan menuju Roma.  Banyak cara agar kita tetap bersikap tanpa meninggalkan hijau kita.  Astaghfirullahal adzim.

By : Ustadz Nafis
Edisi : Selasa, 10 Januari 2017

No comments:

Post a Comment