KRISTOLOGI - FKDI Indonesia

Friday, December 30, 2016

KRISTOLOGI


*```KRISTOLOGI```*


*Yesus Tak Perintahkan Pekabaran Injil ke Seluruh Dunia*

Ikhwah fillah rahimakumullah,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha’ kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka” (QS. al-Baqarah: 120).

Betapa Allah telah mewahyukan suatu peringatan yang teramat penting kepada hamba-hambaNya. Bahwa kaum Yahudi dan Kristen tidak akan pernah rela kepada ummat Islam, hingga ummat Islam mengikuti *millah* mereka. Millah berarti agama, budaya, pola pikir, dan gaya hidup. Peringatan Allah ini semakin dipertegas dengan sabda Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

*Mengenal Amanat Agung*

Dalam menjalankan misi Kristenisasi (atau yang juga sering disebut dengan pekabaran Injil), para missionaris mengacu pada dua ayat yang disebut dengan amanat agung. Yakni, Markus 16:15 dan Matius 28:19-20.

Markus 16:15, "Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."

Matius 28: 19-20, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

*Benarkah Yesus Menyuruh Mengabarkan Injil ke Seluruh Dunia?*

Di dalam Bibel, didapati bahwa Yesus memerintahkan 12 orang muridnya untuk memberitakan Injil hanya kepada orang-orang Israel. ini bisa kita buktikan dalam Injil Matius 10:5-8. Dinyatakan, "Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka:  'Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada DOMBA-DOMBA YANG HILANG DARI UMAT ISRAEL. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat."

Target dari pemberitaan Injil adalah orang-orang Yahudi. Yesus adalah seorang nabi di antara nabi-nabi Yahudi dan Rasul Allah yang diutus kepada kaum Israel. Dengan tegas Yesus mengatakan, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang (sesat) dari rumah Israel." (Matius 15:24).

Allah Ta'ala juga mengabadikan misi dakwah Nabi Isa,

إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلًا لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat kepadanya dan Kami jadikan Dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail.” (Az-Zukhruf: 59)

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ

“Dan (Allah jadikan Isa) sebagai Rasul (yang diutus) kepada Bani Israil (dan berkata kepada mereka), “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa ayat (mukjizat) dari Rabb-mu.” (Ali ‘Imran: 49)

Dalil-dalil tersebut, baik dari Quran maupun Bibel, semakin menunjukkan kekhususan misinya untuk Bani Israel. Maka jika kemudian ditemui ayat-ayat dalam Bibel yang menyebut Yesus memerintahkan pekabaran Injil ke seluruh dunia, patut dipertanyakan. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa kitab yang disebut suci mengalami pertentangan di dalamnya ?

*Perintah Kristenisasi Dunia adalah Buatan Gereja*

Seperti yang telah saya paparkan sebelumnya, ayat yang menyatakan perintah pekabaran Injil ke seluruh dunia terdapat dalam Markus 16:15, "Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."

Ternyata, ayat dalam Injil Markus tersebut tidak memiliki asal-usul sama sekali. Lawrence E. Brown mengatakan, " Kita tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah hal itu tersebut dalam Injil Markus sejak semula. Kemungkinan besar telah robek secara tidak sengaja. Sedang 12 ayat terakhir yang terdapat dalam terjemahan bahasa Arab tidak ada dalam naskah yang paling tua. Ayat-ayat itu disisipkan pada waktu yang sangat kemudian untuk melengkapi cerita." (Laurence E Brown, Tafsir Kisah Para Rasul).

Jadi, 12 ayat terakhir dari pasal 16 Injil Markus tidak memiliki asal-usul. D.E. Ninehem mengatakan, "Naskah standar Bible edisi revisi sangat tepat dalam memperlakukan ayat 9 sampai dengan ayat 20 ini ketika menganggapnya tidak sah lalu meletakkannya di dalam catatan kaki. Ayat-ayat ini tidak bisa ditentukan tanggal penulisannya secara pasti.... penulisnya pun sama sekali tidak dikenal." (D.E. Ninehem, Saint Mark, penerbit Penguin Books, London, hlm. 449)

Sekarang, mari kita bedah ayat Injil Matius 28:19-20. Ternyata, menurut kajian 75 pakar alkitab yang telah mengkaji Gospel selama 6 tahun dan membukukan hasil penelitiannya dalam The Five Gospel, ayat Matius 28:19-20 adalah *sisipan gereja demi misi kristenisasi dunia*. Yesus *tidak pernah* mengucapkan kalimat tersebut. Menurut mereka, Injil Matius berakhir pada Injil Matius pasal 28 ayat 15.

Selain itu, ketuhanan Yesus diputuskan pada tahun 325 Masehi. Sedangkan ketuhanan Roh Kudus baru diputuskan pada sebuah konsili tahun 381 Masehi. Fakta sejarah ini semakin menguatkan jika ayat-ayat perintah kristenisasi adalah ayat buatan yang disusupkan ke dalam Injil Matius. (Referensi: Muhammad Izzat Ismail ath-Thathawy, An-Nashraniyyah wa al-Islam: Alamiyyat al-Islam wa dawamuhu ila qiyami as-Sa'ah. Penerbit Mathba'at at-Taqaddum, Kairo, 1977 )

*Penutup*

Pembahasan ini akan saya tutup dengan penjelasan Yohannes Baptista tentang misi kristenisasi sebagai berikut.

"Kristenisasi adalah usaha internasional, artinya mereka bermaksud menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia... Usaha Kristenisasi itu dilakukan dengan segala daya, biaya, peralatan yang lengkap, rencana yang masak, teknik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik, dan segala macam hiburan." (Referensi: Yohannes Baptista SS, 'Siapa Sebenarnya Juru Selamat Dunia?' Penerbit Persatuan , Yogyakarta, 1977).

*Mari rapatkan barisan, bentengi aqidah, lahirkan generasi Qurani*

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

By : Ustadz Fadhil Nugroho (Humas Irena Center)
Edisi : Selasa, 27 Desember 2016

No comments:

Post a Comment