CIRI-CIRI RUMAH TERKENA GANGGUAN JIN - FKDI Indonesia

Saturday, December 17, 2016

CIRI-CIRI RUMAH TERKENA GANGGUAN JIN


_*CIRI-CIRI RUMAH TERKENA GANGGUAN JIN*_

Memiliki keluarga yang sakinah atau harmonis merupakan dambaan setiap pasangan suami istri, akan tetapi untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Di tengah arus kehidupan seperti sekarang ini, jangankan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, untuk dapat mempertahankan keutuhan rumah tangga saja sudah merupakan sebuah prestasi. Sudah saatnya bagi kita semua untuk merenunginya, melakukan refleksi diri, apakah kita sudah berjalan pada koridor yang diinginkan oleh Allah dalam menjalakan kehidupan berumah tangga ataukah belum.

Pada sebagian kasus gangguan jin, bisa berupa sakit, keharmonisan rmh tangga bahkan hingga usaha, bersumber di rumah.
Artinya sumber gangguan tsb ada di rumah. Hal ini yang menyebabkan saat kita ruqyah di tempat peruqyah, tidak membawa hasil maksimal. Kenapa sumber gangguan ada di rmh? adakah isyarat dalam pernyataan Nabi?

Mari simak hadits ini

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الشُّؤْمُ فِى الدَّارِ وَالْمَرْأَةِ وَالْفَرَسِ ».

Dari Abdulloh bin Umar berkata: “Saya mendengar Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Kesialan itu dalam tiga perkara: kuda, wanita, dan *rumah*.’”[ HR. Bukhori: 2858 dan Muslim: 2225]

Dalam hadits ini, Nabi meng-isyaratkan bahwa diantara sumber masalah adalah rumah kita.

Ada beberapa pendapat yang kuat yang merinci bahwa kesialan itu ada dua macam:

a. _Kesialan yang haram_, seperti keyakinan orang-orang jahiliah yaitu pada hal-hal tertentu yang dianggap membawa sial, berpengaruh pada keadaan, berpengaruh kebaikan dan keburukan, sehingga menghalangi mereka dari keinginan dan tekad mereka. Imam Nawawi berkata tatkala menjelaskan segi kesyirikan thiyaroh: “Sebab mereka berkeyakinan benda tersebut berpengaruh untuk maju mundurnya suatu keinginan.” [Syarh Muslim 14/471] (misalnya meyakini angka sial, hari sial dll)

b. Kesialan yang dibenarkan yakni kesialan yang telah ditetapkan dalam hadits.
Kesialan yg dimaksud dalam hadits adalah apa apa yang membuat hati seseorang benci, tidak suka pada hal-hal tertentu setelah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan padanya.

Maksudnya,

1. Kesialan ini tidak muncul kecuali setelah terjadinya kemadhorotan yang berulang-ulang. Seandainya seorang merasa terkena madhorot dari sesuatu, maka boleh baginya untuk meninggalkannya.

2. Kesialan ini muncul karena adanya sifat yang tercela (dari apa yg dianggap sial tsb), berbeda dengan kesialan terlarang (keyakinan jahiliyah) yang biasanya muncul karena sebab yang tidak jelas, seperti membatalkan rencana bepergian gara-gara melihat seekor burung.

3. Dampak dari kesialan ini adalah meninggalkan, dengan tetap berkeyakinan bahwa hanya Alloh saja yang menciptakan dan mengatur kebaikan dan keburukan.

Kesialannya bukan karena zat benda tersebut memiliki pengaruh, melainkan karena apa yang Alloh takdirkan pada benda tersebut berupa kebaikan dan kejelekan. .

Hal ini diperkuat oleh hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang berkata kepada Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam: _“Wahai Rosululloh, dahulu kami berada di rumah dan jumlah kami serta harta kami banyak, tatkala kami pindah rumah lain, jumlah kami dan harta kami menjadi sedikit.”_ Lalu Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: _“Tinggalkan rumah tersebut.”_[HR. Abu Dawud: 3917, al-Bukhori dalam Adabul Mufrod: 918]
Dari hadits diatas ada kah kaitannya dengan masalah yang sedang kita hadapi?

Dalam kasus ruqyah seperti ini kita temui kondisi seperti berikut :

a. Kita mengalami sakit dan banyak masalah setelah pindah ke rmh baru.

b. Sakit yang kita alami lebih sering kambuh saat ada di rumah, saat diluar rumah sehat dan lebih baik

c. saat ruqyah ke tempat peruqyah tidak terlalu signifikan hasilnya

d. setelah pindah di rmh baru mulai muncul perubahan sifat dan perilaku, semangat ibadah menurun, konflik dalam keluarga, sering gelisah ketika tidur, sering melihat penampakan, sakit bergiliran dll.

Jika hal-hal diatas terjadi dalam diri dan keluarga kita maka lakukan hal berikut :

a. Bersihkan rumah dari benda-benda ke syirik an, foto-foto.

b. ruqyahlah rumahnya.

c. lakukan ruqyah bersama keluarga di rumah, jangan ke klinik ruqyah (mintalah peruqyah ke rumah utk ruqyah brsama)

d. hidupkan sunnah-sunnah di rumah, spt sholat sunnah, tilawah. dll

e. isi kegiatan di rumah dg kegiatan syiar dan da'wah.

f. hindari konflik dalam keluarga, dan membiasakan diri bersikap lebih lembut, dan meminta maaf.

By : Ustadzah Nimas
Edisi : Senin, 12 Desember 2016

No comments:

Post a Comment