AGAR CINTA BERSEMI DALAM RUMAH TANGGA (Part 3) - FKDI Indonesia

Sunday, December 11, 2016

AGAR CINTA BERSEMI DALAM RUMAH TANGGA (Part 3)


*AGAR CINTA BERSEMI DALAM RUMAH TANGGA*
(Part 3)


*Perbaiki terus niatmu*.
Dari sinilah awal keberkahan pernikahanmu. Dari sini pula letak awal pondasi bertahannya engkau dengan segala ombak pernikahan yang mungkin menerpa rumah tanggamu.


Karenanya untukmu yang belum menikah, pertajamlah terus niatmu. Atas dasar apakah engkau menikah? Apakah untuk menjaga diri dari zina? Atau untuk memperoleh keturunan yang shaleh dan shalehah? Atau untuk mendapatkan patner yang bisa menguatkan dalam ibadah dan dakwah? Atau untuk memberi kebahagiaan orang tuamu lewat hadirnya menantu dan cucu-cucu?


Dan untukmu yang sudah menikah, bertanyalah dan ingatkan dirimu selalu: atas dasar apakah engkau menikah dahulu? Dari sanalah mulanya Allah akan menilai pernikahanmu dan memberikan keberkahan. Ya, sesuai dengan niatmu. Dari sanalah awalnya Allah akan memberikan bantuan berupa hidayah, ilmu, kekuatan dan kemudahan untukmu mengarungi samudara rumah tangga.


Jika engkau berniat menikah karena ingin menjadi wanita yang bisa masuk surga dari pintu mana saja, karena (salah satunya) taat kepada suami, maka pertajamlah terus niat itu. Inilah yang jadi bahan bakar dirimu untuk selalu sabar dan istiqomah dalam taat kepada suamimu. Engkau bersikap lembut, engkau melayani, engkau mengalah kepadanya, karena niat taatmu.


Jika engkau berniat menikah karena ingin menjadi manusia terbaik karena akhlak terbaik kepada istri dan anak-anakmu, maka pertajamlah terus niat itu. Inilah yang akan menjadi tenaga penggerakmu untuk tak kenal lelah bekerja demi memberikan nafkah terbaik bagi anak istrimu. Dalam lelahmu engkau tetap memberikan perhatian terbaik kepada istrimu. Dalam letihmu engkau memberikan waktu terbaik untuk mendidik anak-anakmu.


Niatmu itu yang akan mempengaruhi dirimu bersikap kala saling berdekatan dengan pasangan, kala saling memperhatikan dengan mesra, kala menghadapi masalah yang melanda, kala letih bekerja, dan kala harus terbangun berjaga karena anakmu panas tubuhnya.


Bertanya dan ingatkan dirimu selalu, atas dasar apakah engkau menikah?. Karena Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal perbuatan itu (dinilai) berdasarkan niatnya (innamal a’malu bin niyyati)..” (HR Bukhari)


Maka bertanya dan ingatkan dirimu selalu, atas dasar apakah engkau menikah?. Jika engkau saat ini belum menikah, dan sangat ingin menikah, bisa jadi Allah memberikanmu berbagai macam kejadian untuk kau bisa semakin meluruskan niatmu. Pun jika engkau sudah menikah, bisa jadi Allah memberikan berbagai macam keadaan sehingga engkau bisa kembali mengingat dan bahkan memperbaiki niatmu.
“Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.” (QS Ali ‘Imran: 154)
Sebagian kita mungkin bisa ridha dan sadar akan kebaikan dibalik apa yang Allah tetapkan, sehingga Allah menambahkan keberkahan dalam pernikahan. Sebagian lagi mungkin merasa kecewa, tapi semoga hanya pada awalnya, setelahnya ia memperbaiki niat setelah menyadari kesalahan-kesalahannya.


Ingatlah. Kadangkala Allah menyembunyikan sejenak matahari. Ada mendung tebal yang menyelimuti hati. Kemudian Allah menurunkan hujan ke permukaan bumi. Bersamanya ada kilat dan petir yang membuat gundah diri. Namun, jangan pernah berburuk sangka. Dari hujanlah Allah akan mencurahkan air untuk mensucikan bumi. Dan dari tetesan air hujanlah Allah akan menghadiahkanmu indahnya pelangi.


Mudah-mudahan dengan lurusnya niat dan usaha untuk terus memperbaikinya, engkau akan menjadi suami yang disayangi istri. Semoga pula engkau menjadi istri yang dianugerahi suami yang penuh kasih lagi berbudi pekerti

By : Ustadz Rahman Lubis

No comments:

Post a Comment