AGAR CINTA BERSEMI DALAM RUMAH TANGGA (Part 1) - FKDI Indonesia

Sunday, December 11, 2016

AGAR CINTA BERSEMI DALAM RUMAH TANGGA (Part 1)


*AGAR CINTA BERSEMI DALAM RUMAH TANGGA*
(Part 1)

Bersabar dengan Beberapa Kekurangan Pasangan


Beberapa tip agar diri bisa lebih bersabar dengan ketidaksempurnaan pasangan dan bersyukur atas kelebihan yang ada padanya. Semoga hal ini membantu.

1. Coba tuliskan apa saja kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh pasangan hidup & dirimu sendiri. Disini akan terlihat betapa pasanganmu punya banyak kelebihan dan diri sendiri punya berbagai kekurangan.
2. Beri penilaian dengan adil terhadap kekurangan yang dimiliki pasangan hidupmu. Disini akan terlihat, apakah kekurangan pasangan adalah hal yang manusiawi dan bisa dimaklumi, atau sudah melanggar aturan islam dan harus di perbaiki.
3. Jika diperlukan, buka ruang diskusi. Katakan harapanmu terkait sifat dan tingkah lakunya yang tidak benar. Cari solusi yang tepat demi kebaikan bersama.
4. Kekurangan pasangan jangan dijadikan bahan untuk merendahkan, tapi berikan motivasi yang dapat membangun kepercayaan untuk memperbaiki diri.
5. Jangan memendam kekesalan dalam diri, jika menemui masalah dengan kekurangannya. Akan lebih baik jika kamu berterus terang dan menyampaikannya dalam suasana tenang dan tidak emosi.
6. Bersama-sama mencari jalan keluar terhadap kekurangan yang ada pada pasangan. Misalnya saja, pasangan suka tidur mendengkur, bawalah berkonsultasi ke dokter dan dampingi ia selalu dalam pengobatannya.
7. Tutupi kekurangan pasanganmu di hadapan orang lain. Kekurangannya cukup engkau yang tahu.
8. Carilah informasi dan tips untuk mengatasi kekurangan yang ada pada dirinya. Bantu ia untuk memperbaiki dirinya.
9. Jangan mengingat-ingat dan membanding-bandingkan dengan orang lain yang mungkin kamu anggap lebih sempurna. Ingatlah, kamupun bukan orang yang sempurna.
10. Ingat kekurangannya bisa kamu jadikan sarana meraih keridhaan Allah dengan cara bersabar dan bersyukur terhadap kekurangannya.


B. Rumus Menumbuhkan Cinta: Saling Memberi

Karenanya Ibnu Atha'illah al Iskandari mengatakan, "Pecinta bukanlah orang yang mengharapkan imbalan atau upah dari kekasihnya. Sejatinya pecinta adalah yang mau berkorban untukmu, bukan yang menuntut pengorbanan darimu."

Jika cinta adalah memberi. Maka pemberianmu yang paling pertama haruslah perhatian. Perhatian yang lahir dari lubuk hati yang tulus. Engkau memberikan waktu terbaik dan konsentrasi yang penuh untuk memperhatikan dirinya, untuk menyemai cinta di hatinya. Hati dan pikiranmu tertuju pada orang yang engkau cintai. Pada keadaannya, pada perkembangan dirinya, sampai pada pada curahan hatinya.

Sadarilah, khususnya engkau suami, uang berlimpah saja tak akan cukup untuk memberikan rasa cinta dan nyaman kepada istrimu. Memang uang bisa membuat ia kenyang, pakaiannya baik, anak-anak mendapat fasilitas pendidikan yang baik, namun jika rezekimu baik, emas seberat satu kilogram pun tak cukup untuk membuat hatinya merasa benar dicintai. Lebih dari itu, ia lebih membutuhkan waktu dan perhatianmu.

Engkau punya waktu, dan orang-orang paling sibukpun punya waktu. Bagaimana engkau mengelola waktu dan menyediakan waktu yang baik untuk pasanganmu sangat berpengaruh pada penumbuhan cinta diantara kalian berdua. Satu jam sama-sama ditonton TV di ruang keluarga tentu berbeda dengan satu jam khusus meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita-ceritanya. Ia akan merasa diistimewakan. Ia akan merasa lebih dicintai.

Perhatian dan waktu yang disediakan. Betapa besarnya arti kedua hal ini bagi berseminya rasa cinta diantara engkau berdua. Ingat-ingatlah kembali, bukankah engkau yang dahulu sangat ingin menikah dengannya? Ingin menghabiskan waktu, berbagi kebahagiaan, menghapus kesedihan bersama dengan dirinya? Tetapi...kenapa begitu menikah engkau lebih mengutamakan menghabiskan waktu berjam-jam menonton debat politik yang tak ada habisnya atau sinetron yang tak jelas manfaatnya dibanding berbicara berdua dengannya? Ketahuilah, dia lelah seharian mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak, jika bukan kepadamu, kepada siapa lagi ia hendak bercerita dan menumpahkan rasa?


Untukmu seorang istri, ketahuilah bahwa perhatian, empati dan penghargaanmu kepada suami sangat berarti untuknya. Simaklah akhlak yang sangat baik dari istri seorang pencari kayu bakar. Perkataan ini saya kutip dari buku Kisah-Kisah Keluarga Paling Romantis. Sang istri menceritakan tentang akhlaknya:
“Ketika suami keluar mencari kayu bakar, aku turut merasakan kepayahan yang ia rasakan demi mencari rezeki untuk kami. Aku turut merasa hausnya di gunung hingga hampir-hampir membakar tenggorokanku. Aku pun mempersiapkan air dingin untuknya, sehingga begitu ia datang ia mendapatkan air dinging tersebut.
Aku mengatur rapi barang-barangku, menyiapkan makan untuknya, kemudian menunggu kedatangannya dengan pakaian terbaikku. Begitu ia tiba di pintu, aku segera menyambutnya layaknya pengantin menyambut suami yang sangat dicintainya, dengan menyerahkan segenap diriku kepadanya. Jika ia ingin beristirahat, aku membantunya mewujudkannya. Jia ia menginginkanku, aku siap diantara dua lengannya layaknya gadis kecil yang bermanja-manja dengan ayahnya.” Masyaa Allah, begitu indahnya.

Duhai engkau suami, istri, ataupun calon suami dan calon istri, cinta itu perlu dijaga dan dipelihara. Selain dengan memberi perhatian, juga lewat kemauan memberi penampilan terbaik untuknya. Untukmu istri, fitrahmu suka berdandan. Dan menjadi pahala dan kebaikan jika engkau menggunakan fitrah itu untuk berpenampilan menawan di depan pasangan. Berpenampilan bersih, rapi dan menarik, in syaa Allah engkau akan semakin dicintai. Berdandanlah yang terbaik untuk kebahagiaan suami, engkaulah bidadari.

Untuk suamimu berhiaslah dengan baik. Gunakan pakaian yang indah, gunakan harum-haruman, bahkan engkau bisa menambahkan dengan berbagai makeup ringan yang menambah cantik wajah saat dipandang. Namun hendaknya engkau tidak berlebihan sehingga melanggar apa yang dilarang, ketahuilah dalam berdandanmu pun ada batasan.

“Rasulullah melaknati wanita yang menyambung rambutnya, yang minta disambungkan rambutnya, yang bertato, dan yang minta ditato.” (HR Bukhari Muslim)


Selain memberikan perhatian dan penampilan menawan, tentu engkau pantas memupuk rasa cinta dihatinya dengan sesekali memberikan hadiah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan, “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR Abu Dawud).

by : Ustadz Arif Rahman Lubis

No comments:

Post a Comment