Kisah Indah Aksi Damai Bela Al Quran 411 - FKDI Indonesia

Sunday, November 27, 2016

Kisah Indah Aksi Damai Bela Al Quran 411


Kisah Indah Aksi Damai Bela Al Quran 4 November 2016

Aksi Damai Akbar membela Al Quran sudah berlalu 4 hari yang lalu, tetapi viral beritanya masih terus memenuhi media. Pada kesempatan ini ingin sedikit menuliskan kisah manis pada aksi damai tersebut untuk menjadi kenangan bersama.

1. Sepatu hilang
Sebelum menjalankan tugas pengamanan maka kami sarapan dulu di pinggiran jalan masjid Istiqlal. Setelah selesai saraan maka kami berangkat menujut lokasi. Sekitar 20-30 menit barulah ada yang teringat bahwa sepatunya tertinggal. Kami pesemis kalau sepatu masih ada karena ribuan masa di Istiqlal, dan lokasi makan ada di jalanan.

Tapi sebagai bagian ikhtiar maka sebagian dari kami kemabali ke lokasi, dan ternyata benar bahwa sepatu sudah tidak ada. :D

"Pak melihat sepatu disini"? tanya saya ke penjual nasi.
" Iya pak lihat, ini ya"? jawabnya sambil mengambil sepatu dalam kardus.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak pak," jawab kami.
"Sama-sama pak, saya juga terima kasih, krn saya tidak bisa ikut aksi, hanya berbuat begini." jawab beliau pelan.
_

Alhamdulillah (y)

2. DIbayarin makan siang
Habis sholat Jum'at maka kami makan siang dulu sebelum lanjut bertugas. Kami melihat penjual lontong sayur yang kelihatan sepi.
" Pak kami borong ya, ada sekitar 50 an orang, apa cukup"? tanya kami.
"Dicukup-cukupkan ya pak," jawab beliau sedang.

Selesai makan walau ada beberapa yang tidak kebagian, maka saya akan bayar.

"Berapa semuanya pak"? tanya saya.

"Sudah dibayar pak sama Ibu Bapak tadi." jawab penjualnya.

Lho siapa ya, saya masih penasaran sampai sekarang karena belum tahu orangnya.
_

Masya Allah (y)

3. Jaga taman dan kebersihan bersama-sama
Heboh foto taman yang rusak pada aksi pertama yang direkayasa pihak pro ahx membuat kami sangat berhati-hati. Setiap ada yang membuag sampah sembarang atau injak taman langsung dinasehati. "Eh awan diliput metrotipu lho". Semua tertawa :D

4. Berbagi air minum
Sekitar pukul 15.00 di posisi depan kami sudah kehabisan air minum. Tiba-tiba ada yang mengeluarkan air minum dari tas beberapa botol. Karena jumlah sangat tidak mencukupi maka air sebotol bisa dibagi ke beberapa orang.

5. Tidur di tenda TNI
Sekitar pukul 16 saya berjalan keliling ke tenda TNI, disana banyak peserta aksi yang istirahat dan bahkan tidur di tempat tidur TNI dg pulas. Pemandangan yg sangat menggoda karena baru tidur 1 jam hari itu. Tetapi karena malu dg amanah yang ada maka cukup ngobrol saja dg salah seorang anggota TNI.

Salah seorang anggota TNI mengatakan, kalau saya tidak lagi dinas maka saya juga akan turun ikut aksi membela Al Quran.

6. Gas air mata dan tembakan
Suasana menjelang maghrib dan setelah maghrib menjadi suasana yang mencekam karena polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet dengan membabi buta kesemua penjuru. Para peserta aksi yang tidak menyangka hal tersebut tentu sangat kaget dan bahkan banyak yang ketakutan serta kesakitan...

Sakiiiiit...sakiiiiit....lariiii ..lariii..," teriak sebagian peserta aksi
"Jangan lari jangan lari, bertahan-bertahan, para habib dan ulama masih didepan,,jangan lariiii." teriak komando dari atas mobil.

Maka sebagian yang mundur tersebut akhirnya maju kembali.

" Periiih periiih..." teriak para korban.

Dan berjatuhanlah peserta aksi karena sakit yang luar biasa dari gas air mata dan tembakan peluru karet polisi

Saya merasakan sangat berbeda kualitas gas air mata saat itu dibanding dengan waktu demo tahun 97/98 dan demo lainnya, karena gas air mata yang sekarang langsung terasa perih sekali dan mencekat ke pernafasan, shg wajar kalau sampai korannya banyak sekali dan ada yang meninggal dengan sesak nafas.

Dalam kekacauan tersebut maka seperti ada malaikat yang menolong dengan tiba-tiba memberikan air untuk disiramkan ke mata dan diminum untuk mengurangi efek gas air mata.
___

Allahu Akbar...Allah Akbar....

Inilah sekilas kisah manis dalam aksi kemaren, sebuah aksi besar untuk membela al Quran. Bagian dari ikhtiar dan bukti keiaman kami dan hasilnya maka kami serahkan kepada Allah.

Silakan teman-teman menambahkan kisah-kisah manis lainnya ...:)


Herman Budianto
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209274241347838&id=1076222740&comment_id=10209275397056730&notif_t=feed_comment&notif_id=1478572054000634&ref=m_notif

No comments:

Post a Comment