SURAH AD-DHUHA - FKDI Indonesia

Monday, October 24, 2016

SURAH AD-DHUHA


*TADABBUR SURAH AD-DHUHA*

Rasulullah ﷺ pernah mengalami rasa yang lebih galau (istilah sekarang) dari apa yang pernah kita rasakan dengan istilah 'galau' zaman sekarang. Pernah satu masa, Rasulullah ﷺ tidak didatangi oleh malaikat Jibril yang membawa wahyu.

Ditunggu sehari dua hari, tak kunjung datang. Sepekan dua pekan, masih belum datang yang dinanti. Rasulullah ﷺ pun mulai risau. Lalu beliau naik turun ke gunung dimana pertama sekali beliau menerima wahyu, sekaligus brtemu malaikat Jibril & keadaan ini diperparah, dimana saat itu orang-orang kafir merasa ada yang aneh dengan Rasulullah ﷺ.

Tak biasanya beliau ﷺ murung. Hingga Akhirnya mereka ambil kesempatan, lalu disebarlah sebuah isu yang menambah kegalauan Rasulullah ﷺ.

"Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhannya"

"Muhammad telah dibenci Tuhannya"

Yaa Allah... Bisakah kita bayangkan bagaimana Rasulullah ﷺ saat itu???

Kalau kita baru tidak ditelpon saja galau (risau), bagaimana jika ditambah isu, ternyata keluarga kita membenci kita, shingga tak mau menghubungi kita kembali. Atau isu keluarga kita sudah meninggalkan kita...???
Wal iyadzu billah.

Kira-kira seperti itulah bentuk kegalauan Rasulullah ﷺ.

Bahkan mungkin kegalauan beliau jauh & jauh berbeda dari kegalauan yang kita bayangkan.

Kira-kira seperti itulah bentuk kegalauan Rasulullah ﷺ.

Bahkan mungkin kegalauan beliau jauh & jauh berbeda dari kegalauan yang kita bayangkan.

Di tengah kegalauan bertumpuk seperti itu, maka tibalah masanya Allah ﷻ mengutus malaikat Jibril. Kali ini tidak seperti biasanya yang membawa hanya satu atau dua ayat saja. Tapi kali ini Allah ﷻ menurunkan wahyunya sebanyak 2 surah sekaligus & kedua surah ini salah satu hikmahnya adalah untuk menenangkan kegalauan yang dirasakan Rasulullah ﷺ .

Kedua surah tersebut adalah surah Ad Dhuha & Al Insyiroh.

Kita bedah beberapa ayat saja ya. Surah Adh Dhuha ini dibuka dengan 2 ayat yang berisi sumpah. Kalau seandainya, ketika kita mau ngomong sesuatu, lantas kita memulainya dengan sbuah sumpah.

Kira2 apa maksdnya ya?

Kita ingin menegaskan, bahwa apa yang akan kita ucapkan setelah sumpah adalah sesuatu yang BENAR??

Shohih??

Lalu kalau Allah ﷻ sudah bersumpah, mungkin tidak Allah ﷻ akan bohong? Bahkan dalam surah Ad Dhuha ini, Allah ﷻ 2x bersumpah. Bahkan, tanpa bersumpah pun, SEMUA kalam Allah ﷻ adalah BENAR.

Bukankah Kita tidak boleh meragukannya. Ini salah satu keistimewaan surah ini. Allah ﷻ ingin menarik perhatian Rasulullah ﷺ (juga kita tentunya), bahwa apa yang akan Allah ﷻ katakan setelahnya di ayat selanjutnya, adalah sesuatu yang BENAR & bukan HAL YANG BIASA.

"ما ودعك ربك وما قلى"

"Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) & tidak (pula) membencimu." (QS. Ad-Duha : Ayat 3).

Ada dua kata yang akan kita bahas dari ayat ketiga ini.

‎ودع & قلى

Dalam bhs arab, kata meninggalkan itu ada 2 kata yang biasa dipakai.

1. Taraka ( ترك )

2. Wada'a ( ودع )

Disini uniknya bahasa Al Quran. Kenapa Allah ﷻ memilih menggunakan kata ودع ? Padahal bisa saja kan Allah ﷻ memakai kata ترك.

Perhatikan...

Kata ```"taraka"``` itu dalam bhs arab biasanya digunakan untuk sebuah perpisahan yang pasti akan bertemu lagi.

Sedangkan kata ```"wada'a"``` biasanya dipakai untuk sbuah perpisahan yang tak mungkin akan bertemu lagi.

Oleh karena nya kalau anak2 mu'allimin perpisahan, istilah yang dipakai adalah wada'an . Alias Acara Perpisahan.

Lalu kata yang kedua, ```"qolaa"```
Di dalam bhs arab juga ada 2 kata yang biasa dipakai untuk kata membenci.

*Qolaa & kariha*

```Kariha``` adalah rasa benci yang masih bisa timbul rasa cinta setelahnya

Sedangkan kata ```qolaa```, adalah kebencian yang kekal, tidak ada lagi rasa cinta stelahnya.

Perhatikan keunikan & istimewanya pemilihan kedua kata ini oleh Allah ﷻ.
Dengan demikian, seolah-olah Allah ﷻ ingin menegaskan kepada Rasulullah ﷺ (juga kepada kita) bahwa,

"Wahai hambaku (Muhammad), tidaklah mungkin Aku akan meninggalkanmu selama-lamanya & tidak mungkin Aku akan membencimu dengan kebencian yang sangat"

Lalu pertanyaan terakhir.

Apa yang harus kita lakukan agar Allah ﷻ tidak pernah meninggalkan & membenci kita???

Jawabannya ada di ayat selanjutnya, ayat keempat.

و للآخرة خير لك من الأولى

"Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)."
*(QS. Ad-Duha : 4)*

Para ulama' tafsir mengatakan bahwa makna aakhiroh adalah akhirat.

Sedangkan makna al-uulaa adalah dunia.

Syaikh As Sa'di Rahimahullah mengatakan di dalam tafsirnya, bahwa implementasi dari ayat ini adalah hendaknya kita senantiasa mendahulukan kepentingan AKHIRAT, dibanding kepentingan DUNIA kita.

Di dalam ayat ke empat ini, ada 2 fokus kata yang harus diperhatikan :

*Al aakhiroh & al-uulaa.*

Bahwa ketika kita ingin agar Allah ﷻ senantiasa bersama kita, di dalam setiap kesedihan, kesusahan & musibah yang kita terima.

Juga saat kita ingin dicintai oleh Allah ﷻ dalam setiap kesendirian, fitnah & kebencian oleh beberapa makhluk-Nya...

Maka tempuhlah sebabnya di dalam ayat keempat di atas.

Closing Statement
```Hendaknya kita senantiasa mendahulukan kepentingan AKHIRAT, dibanding kepentingan DUNIA kita.```

Wallahu A'lam.

by : Ustadz Nafis
Edisi : Senin, 24 Oktober 2016

No comments:

Post a Comment