Menjadi Istri Terindah - FKDI Indonesia

Tuesday, September 20, 2016

Menjadi Istri Terindah



๐Ÿ’Menjadi Istri Terindah ๐Ÿ’
- Bagian 1

1.Karena Istri Shalihah Demikian Mulia
Siapakah dia yang dipuji Rasulullah sebagai khariu mataa’? Siapakah itu sebaik-baik perhiasan?
Siapakah dia yang ditempatkan sebagai perbendaharaan terbaik?
Siapakah dia yang disandingkan dengan hati yang selalu bersyukur dan lisan yang senantiasa berdzikir?

Istri shalihah lah dia.

Dia yang dipuji sebagai sebaik-baik perhiasan di dunia.
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

Dia yang ditempatkan sebagai sebaik-baik perbendaharaan.
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.”
(HR. Abu Dawud)

Dia yang disandingkan dengan hati yang selalu bersyukur dan lisan yang senantiasa berdzikir. Sebagai harta perbendaharaan yang sebaiknya dimiliki seorang muslim. Hal ini tergambar jelas ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.”
(HR. Ibnu Majah)

Dia pun disanjung sebagai penyempurna separuh agama bagi suami.

“Barangsiapa yang dikaruniai oleh Allah dengan wanita (isteri) yang shalihah, maka sungguh Allah telah membantunya untuk melaksanakan separuh agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam menjaga separuhnya lagi.”
(HR Thabrani dan Hakim)

2.Istri Shalihah: Masuklah Surga dari Pintu Mana Saja

Tahukah engkau jika istri shalihah itu ternyata berkesempatan untuk bisa masuk surga dari pintu mana saja yang ia mau. Bagaimana bisa? Perhatikanlah dengan baik sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

“Apabila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, “Masuklah dari pintu surga mana saja yang engkau kehendaki”. (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

3.Agar Kegiatan Rumah Tangga Berbuah Surga

Ketahuilah bahwa surga Allah itu luas. Isinya adalah pria dan wanita. Wanita-wanitanya adalah wanita shalihah dengan beragam keunggulan. Ia yang ahli sedekah, ia yang dokter, ia yang pelajar, ia yang da’iyah, ia yang guru, ia yang banyak membantu di organisasi sosial dan tentu saja ia yang ibu rumah tangga.

Muslimah,
Ketahuilah bahwa tugas dan kewajiban istri shalihah yang utama, saat sudah menikah, adalah menjadi seorang istri dan ibu. Ia adalah pemimpin dalam mengurus rumah tanggamu.
“Dan wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya, dia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai orang yang diurusnya.”
(HR. Bukhari)

Ketahuilah segala sesuatu yang digunakan untuk meraih ridha suami, untuk merawat anak dengan sebaiknya, untuk membuat rumah tanggamu menjadi indah dan ceria...itu semua adalah ibadah yang akan membawamu semakin dekat kepada surganya Allah SWT.

Setiap kali istri shalihah mengambil sampah di dalam rumah dan membuangnya, in syaa Allah itu adalah jalanmu menjemput surga. Setiap kali merapihkan perabotan dan menatanya, in syaa Allah itu adalah jalan menjemput surga. Setiap kali mencuci pakaian suami dan anak-anak, in syaa Allah itu adalah jalan menjemput surga. Pekerjaan-pekerjaan itu memang berat, tapi cobalah untuk mengerjakannya sebaik mungkin, karena bisa jadi di balik letih akibat pekerjaan berat yang engkau lakukan, Allah sedang mengucurkan rahmat-Nya.

Khusus bagimu istri dan calon istri, bagimu ibu dan calon ibu...
Silahkan merenung sejenak. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dalam hati.

Maukah engkau mencari tiket surgamu lewat jalan ridha suami?
Adakah kamu merugi jika menyambut kedatangan suami dengan wajah ceria?
Apakah kamu merasa bertanggung jawab atas terselesaikannya pekerjaan-pekerjaan rumah tanggamu?
Bisakah kamu bermusyarwarah dan berbagi tugas dengan suami dalam menyelesaikan urusan rumah tangga kalian?
Mampukah kamu membersihkan rumah dan menata ruangan dengan penuh cinta?
Apakah kamu menyediakan makanan untuk suami dan anak-anakmu demi berharap surga?
Apakah kamu merawat anak berharap ia menjadi anak shaleh dan kelak turut mendapat pahala dari keshalehannya?
Semoga Allah memberikan jutaan pahala kepadamu duhai istri dan ibu yang setiap hari bejibaku mengurus rumah tanggamu dengan sebaik-baiknya.


By : Ustadz Arif Rahman Lubis
Edisi : Selasa, 20 September 2016

No comments:

Post a Comment